LombokPost — Di tengah menurunnya tren bersepeda beberapa tahun terakhir, komunitas pesepeda wanita Velo Girls Indonesia, khususnya chapter Lombok, tetap mengayuh dengan semangat yang sama seperti 15 tahun lalu.
Dengan tagline Ride More, Give More, komunitas ini terus menghidupkan budaya bersepeda sekaligus menebar manfaat sosial bagi sesama.
Ketua Velo Girls Indonesia Lombok Ace Robin mengenang awal terbentuknya komunitas ini pada November 2010. Kala itu, perempuan yang bersepeda masih sangat jarang terlihat di jalanan. Tiga pesepeda wanita aktif yaknk Widi Bruno, Tenne, dan Mitus menjadi pelopor berdirinya Velo Girls.
“Awalnya kami hanya ingin punya grup khusus perempuan yang bisa gowes bareng tanpa canggung, tapi juga bisa menyalurkan kepedulian sosial,” ujar Ace Robin kepada Lombok Post.
Kini, memasuki usia ke-15 pada 29 November 2025, Velo Girls Lombok tetap eksis dan terus berkembang. Tak sekadar komunitas olahraga, Velo Girls menjadi wadah perempuan lintas usia dan profesi untuk bersepeda, berbagi, dan bertumbuh bersama.
Visi utama Velo Girls Lombok bukan hanya mendorong gaya hidup sehat melalui bersepeda, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di pelosok.
“Kami sering melakukan kegiatan sosial di bukit-bukit atau daerah terpencil yang bisa dijangkau dengan sepeda MTB,” tutur Ace Robin yang kini sudah menginjak usia 68 tahun.
Kegiatan sosial itu beragam, mulai dari baksos, kampanye lingkungan, hingga berbagi untuk anak-anak disabilitas.
Mereka juga pernah melakukan kegiatan penanaman terumbu karang sebagai bentuk kepedulian terhadap alam dan laut Lombok.
Bagi para anggota yang sebagian besar juga ibu rumah tangga, kegiatan ini menjadi ajang menyalurkan energi positif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa aktif, sehat, sekaligus peduli pada sesama,” tambahnya.
Fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang bersepeda di kota-kota besar, termasuk Lombok, diakui Ace Robin tidak lepas dari pengaruh media sosial.
“Banyak perempuan sekarang ikut gowes karena alasan kesehatan, lifestyle, atau sekadar FOMO (tak mau ketinggalan tren),” ujarnya.
Namun, Velo Girls tetap teguh dengan nilai awal yang dipegang sejak 2010.
“Kami tetap konsisten pada tagline berkumpul untuk bersepeda bersama dan beramal bersama,” tegasnya sambil tersenyum.
Menariknya, berbeda dengan komunitas pesepeda di kota besar lain yang sering menghadapi persoalan keamanan dan infrastruktur, para anggota Velo Girls Lombok justru merasa dimanjakan oleh alam.
“Kegiatan kami sejauh ini berjalan mulus tanpa tantangan berarti. Alam Lombok luar biasa indah, penduduknya juga ramah,” kata Ace Robin.
Meski demikian, ia menyayangkan belum adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah untuk pembangunan infrastruktur ramah pesepeda.
“Belum ada fasilitas yang benar-benar disiapkan untuk pesepeda perempuan. Padahal potensi wisata sepeda di Lombok besar sekali,” ujarnya.
Meski tren bersepeda kini mulai menurun karena banyak orang beralih ke olahraga lari atau padel, semangat Velo Girls tak surut.
“Masih ada komunitas yang konsisten. Begitu juga para pebisnis sepeda yang tetap bertahan,” kata Ace Robin.
Ia berharap pemerintah dan masyarakat lebih mendukung kegiatan positif seperti ini.
“Gowes bukan cuma soal olahraga, tapi juga gaya hidup sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ace Robin sangat mendukung bersepeda menjadi lifestyle.
Menurutnya, lifestyle yang hebat itu bukan yang viral, tapi yang dijalankan konsisten 100 persen.
Editor : Kimda Farida