Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas PUPR NTB Akui Longsor Hambat Pembangunan Jalan Lenangguar–Lunyuk di Sumbawa

Yuyun Kutari • Rabu, 12 November 2025 | 07:12 WIB
Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin.
Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin.

LombokPost - Pembangunan ruas jalan penghubung Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa, mengalami hambatan serius akibat longsor di sejumlah titik.

Kondisi ini membuat progres pekerjaan masih rendah, yakni baru mencapai sekitar 12–13 persen. Hal itu diakui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Sadimin.

Ia menjelaskan keterlambatan tersebut terjadi karena sebagian besar pekerjaan belum bisa dilanjutkan sebelum area longsoran benar-benar aman untuk dilakukan pengeboran tanah.

“Tim pelaksana masih fokus menangani titik-titik longsor. Sebelum pengeboran dimulai, kami pastikan dulu seluruh area dalam kondisi stabil agar tidak membahayakan pekerja maupun alat berat,” jelasnya.

Menurutnya, longsor yang terjadi di beberapa titik jalur Lenangguar–Lunyuk tergolong cukup parah. Salah satu lokasi bahkan memiliki lebar longsoran sekitar 40 meter, dengan kedalaman hingga 10 meter.

Hal ini membutuhkan penanganan khusus dan berlapis. Selain faktor teknis, cuaca juga menjadi kendala besar di lapangan. Intensitas hujan tinggi yang hampir terjadi setiap hari, membuat alat berat sulit beroperasi optimal.

Medan yang terjal dan kondisi tanah yang labil menambah risiko keselamatan bagi para pekerja. “Cuaca memang sangat berpengaruh. Ketika hujan turun, pekerjaan harus dihentikan sementara karena tanahnya sangat labil dan berisiko longsor susulan,” ujarnya.

Sadimin mengungkapkan, seluruh peralatan berat dan perlengkapan pengeboran, sebenarnya sudah tersedia di lokasi proyek, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.

Kontraktor tidak ingin gegabah. Pengerjaan mesti dilakukan hati-hati dan penuh antisipasi. Langkah ini diambil agar tidak menimbulkan kecelakaan kerja ataupun kerusakan tambahan pada struktur tanah. “Karena nyawa manusia itu kan mahal harganya,” kata Sadimin.

Dari hasil pemantauan teknis, sebagian badan jalan lama telah terdorong hingga 8 meter dari posisi semula akibat pergerakan tanah. Struktur jalan yang semula lurus kini berubah arah karena tekanan longsoran.

Untuk mengatasi hal ini, tim lapangan melakukan perataan dan penggalian ulang, sebelum nantinya dilanjutkan dengan pengeboran dan penguatan struktur tanah menggunakan metode bor pile.

Secara keseluruhan, panjang ruas jalan yang dikerjakan mencapai sekitar 70 kilometer. “Kami berharap setelah penanganan longsor selesai, progres fisik bisa meningkat signifikan,” jelas Sadimin.

Proyek jalan Lenangguar–Lunyuk sepanjang 60 km lebih, merupakan salah satu program strategis Pemprov NTB yang didanai melalui APBD tahun anggaran 2025.

Pihaknya bersama kontraktor pelaksana akan terus berupaya menuntaskan pekerjaan sesuai target, dengan tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan kerja di lapangan.

“Setelah kondisi tanah stabil dan cuaca memungkinkan, pengeboran akan segera dilanjutkan agar proyek ini selesai tepat waktu,” tandasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Jalan #kabupaten sumbawa #Longsor #Dinas PUPR NTB #cuaca #ruas jalan #APBD