Setelah melaksanakan TMS di SMAN 1 Gangga, kegiatan yang serupa juga dilaksanakan di lokasi ke dua yaitu Pondok Pesantren Nurul Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada Jumat (14/11).
Para peserta mendapatkan edukasi langsung tentang berbagai potensi bencana di wilayah mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi para pelajar.
Kegiatan TMS di lokasi kedua ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. Nunung Triningsih, MM, didampingi oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Sulaiman Jamsuri, M.AP., serta Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Bayan, KH. Abdul Karim Abdul Ghofur.
Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada berbagai materi penting terkait kebencanaan, mulai dari pemahaman potensi bencana di lingkungan sekitar, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pembentukan struktur penanganan bencana di tingkat sekolah/pesantren, hingga kegiatan mapping untuk mengenali titik-titik rawan.
"Selain itu, para santri juga mengikuti sesi simulasi bencana yang dipandu langsung oleh Tim Tagana NTB," ucap Kadis Sosial NTB Dra. Nunung Triningsih, MM.
Program TMS ini merupakan kegiatan sosialisasi dan simulasi yang bertujuan membangun budaya sadar bencana sejak dini, meningkatkan pengetahuan praktis, serta memperkuat kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi situasi darurat.
Kadis Sosial NTB berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana di wilayah NTB.
Editor : Siti Aeny Maryam