Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terungkap Alasan Sebnarnya Deni 'Sister Hong Lombok' Menggunakan Hijab Meski Identitasnya Pria Tulen

Fratama P. • Senin, 17 November 2025 | 08:17 WIB
Sosok Deni yang dijuluki Sister Hong Lombok
Sosok Deni yang dijuluki Sister Hong Lombok

LombokPost - Sosok Deni yang belakangan menjadi pusat perhatian di media sosial dengan julukan kontroversial 'Sister Hong Lombok' akhirnya muncul dan memberikan klarifikasi terbuka.

Pria bernama asli Deni Apriadi Rahman (23) tersebut menegaskan identitas dirinya sebagai seorang laki-laki, meskipun kerap tampil dengan busana dan riasan yang menyerupai wanita, serta dikenal dengan nama panggung Dea Lipa yang berprofesi sebagai Make-up Artist (MUA) yang kini dijuluki Sister Hong Lombok.

Kemunculan Deni ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi dan pertanyaan yang membanjiri jagat maya, terutama terkait siapa sosok sebenarnya di balik julukan 'Sister Hong Lombok'.

Pengakuan Identitas dan Disabilitas Pendengaran

Deni Apriadi Rahman, yang berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, memulai klarifikasinya dengan mengungkapkan latar belakang pribadinya yang luput dari perhatian publik.

"Saya Deni Apriadi Rahman, berusia 23 tahun, berasal dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Sejak kecil saya hidup sebagai seorang penyintas disabilitas dengan keterbatasan pendengaran**," ujarnya saat ditemui dalam konferensi pers di salah satu kafe di Kota Mataram pada Minggu (16/11).

Deni menjelaskan bahwa kondisi pendengarannya yang terbatas tersebut semakin memburuk setelah ia mengalami kecelakaan pada usia sekitar 10 tahun.

Untuk bertahan hidup, Deni memilih jalur profesional sebagai MUA, sebuah keterampilan yang ia pelajari secara otodidak melalui YouTube dan media sosial.

"Saya bekerja sebagai MUA. Keterampilan ini saya pelajari sendiri melalui media sosial," tambahnya.

Bantahan Keras Isu Penistaan Agama

Selain mengklarifikasi identitasnya, Deni juga menjawab tudingan serius yang tersebar luas, terutama mengenai isu penistaan agama, yaitu tuduhan bahwa ia pernah mengenakan mukena dan salat di saf (barisan) perempuan di masjid.

Deni menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.

"Tuduhan bahwa saya memakai mukena, masuk ke masjid, dan beribadah di saf perempuan adalah tidak benar. Saya menghormati agama, rumah ibadah, tata cara ibadah, dan memahami adab-adab," katanya, menekankan penghargaannya terhadap norma dan etika agama.

Mengenai kebiasaannya menggunakan jilbab atau busana yang identik dengan perempuan, Deni menyebut hal itu sebagai bentuk ekspresi diri.

Pria yang dijuluki Sister Hong Lombok itu mengaku memiliki kekaguman tersendiri terhadap wanita yang mengenakan jilbab.

"Saya sama sekali tidak berniat menjadikan busana itu sebagai alat untuk menipu atau melecehkan siapa pun. Itu adalah bentuk ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman dan keinginan melindungi diri dari pelecehan," ungkapnya.

Dampak dan Tekanan Mental Akibat Fitnah

Deni mengungkapkan bahwa sejak isu identitas dan tuduhan palsu tersebut menjadi viral, ia mengalami tekanan mental yang berat. 

Deni mengaku tidak sanggup menghadapi ribuan komentar negatif yang ditujukan kepadanya melalui kolom komentar dan pesan langsung.

"Saya menerima ribuan komentar berisi cacian, hinaan, ancaman, serta teror melalui pesan langsung. Saya sangat terpukul secara mental, spiritual, dan fisik. Bahkan beberapa kali saya sempat kehilangan kendali atas diri saya," tutur Deni.

Deni menjelaskan bahwa foto-foto dirinya diposting oleh sebuah akun media sosial dengan narasi yang tidak sesuai kenyataan, penuh fitnah, dan sangat melukai perasaannya, keluarga, serta teman-teman pendukungnya.

"Banyak narasi yang disebarkan tidak sesuai dengan kenyataan, bahkan menuduh saya sebagai penista agama, kaum sodom, Sister Hong dari Lombok, serta menuduh saya melakukan hal-hal yang tidak saya lakukan," tutup Deni, menegaskan bahwa sejumlah tuduhan yang dilemparkan publik merupakan fitnah yang sangat merugikan dirinya.***

Editor : Fratama P.
#deni #sister hong lombok