Kegiatan ini menjadi sorotan karena menjadi implementasi program “Koperasi untuk Negeri, Polri untuk Masyarakat”, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin 3, 4, 5, 6, dan 8 yang menekankan pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, ketahanan sosial, hingga kualitas hidup masyarakat.
Acara tersebut dihadiri perwakilan Kementerian ESDM, Kemenkop UKM, Kantor Staf Presiden, Forkopimda NTB, sejumlah gubernur dan kapolda dari berbagai provinsi, serta tokoh agama, akademisi, dan ketua-ketua koperasi se-Pulau Sumbawa.
Dalam sambutannya, Kapolda NTB menegaskan bahwa penyaluran SHU tahun ini diarahkan untuk memperkuat agenda pembangunan nasional.
“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo, Asta Cita menjadi landasan untuk memperkuat pemerataan ekonomi, ketahanan sosial, dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, penyaluran SHU kami fokuskan pada program-program yang sejalan dengan agenda tersebut,” ujarnya.
Delapan Prioritas SHU untuk Masyarakat
Irjen Hadi Gunawan memaparkan delapan fokus utama penggunaan SHU Koperasi Salonong Bukit Lestari. Mulai dari peningkatan kesejahteraan anggota, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar tambang termasuk UMKM dan pelatihan kerja, hingga peningkatan akses pendidikan melalui beasiswa.
Baca Juga: Pemerintah Akan Umumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tanggal 21 November
Selain itu, SHU dialokasikan untuk penguatan layanan kesehatan dan bantuan alat kesehatan, pembangunan infrastruktur lokal seperti perbaikan jalan dan fasilitas publik, program lingkungan berkelanjutan termasuk rehabilitasi pascatambang, penguatan cadangan modal koperasi, hingga program sosial kemasyarakatan untuk komunitas sekitar tambang.
“Dengan langkah-langkah ini, kami memastikan peran koperasi tambang bukan hanya soal bisnis, tapi berdampak nyata bagi masyarakat luas,” tegasnya.
3.403 Warga di 29 Desa Terima Manfaat
Tahun ini, SHU disalurkan kepada 29 desa di 5 kecamatan dengan total 3.403 penerima manfaat. Penyerahan dilakukan secara simbolis bersama para pimpinan daerah yang hadir.
Kapolda NTB menekankan bahwa angka tersebut bukan sekadar data, melainkan wujud nyata sinergi antara koperasi, masyarakat, pemerintah, dan Polri.
“Kami berharap penyaluran SHU ini memperkuat kontribusi koperasi dalam mendukung pembangunan nasional. Semoga apa yang dilakukan hari ini membawa manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.
Pada akhir sambutannya, Irjen Hadi Gunawan menegaskan komitmen Polri untuk terus mengawal transparansi dan pemerataan manfaat koperasi, terutama di wilayah yang berkaitan dengan industri pertambangan.
“Ini bukan hanya tentang SHU, tapi bagaimana koperasi menjadi mesin kesejahteraan. Polri akan selalu hadir memastikan prosesnya berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran,” tutupnya. (*)
Editor : Marthadi