Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Siapkan Delapan Event Ikut Seleksi KEN 2026 Kemenpar

Yuyun Kutari • Rabu, 19 November 2025 | 09:29 WIB

SEMARAK: Kegiatan perang topat selalu diawali oleh ritual di kemalik di pura lingsar, kemudian masyarakat hindu dan muslim melakukan tradisi saling lempar ketupat, berlangsung di Pura Lingsar, Lobar.
SEMARAK: Kegiatan perang topat selalu diawali oleh ritual di kemalik di pura lingsar, kemudian masyarakat hindu dan muslim melakukan tradisi saling lempar ketupat, berlangsung di Pura Lingsar, Lobar.

LombokPost - Sebanyak delapan event unggulan di NTB, didaftarkan untuk menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata (Kemenpar). “Cukup banyak yang kami ajukan kita,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Mulki, Selasa (18/11).

Rinciannya, Alunan Budaya Festival, Lombok Timur, Festival Sangiang Api di Bima. Perang Topat, Lombok Barat. Gili Festival di Lombok Utara. 5. Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, 6. Festival Lakey di Dompu. Festival Sukerare Begawe Jelo Nyensek di Lombok Tengah, dan Mulud Adat Bayan di Lombok Utara.

KEN Kemenpar telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, menjadi salah satu strategi kolaborasi antara pusat dengan daerah melalui penyelenggaraan event berkualitas.

Tujuannya, mempromosikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Mulki mengatakan pengajuan event baru maupun yang sudah lama digelar, memiliki dasar pertimbangan yang kuat. Tentunya, memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan berkelanjutan.

Tidak mengandung konten SARA, pornografi, dan ujaran kebencian. Mengangkat potensi lokal, serta berpeluang untuk menjadi ciri khas daerah dan mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara, serta banyak lagi.

Tak kalah penting, daerah tetap konsisten menyelenggarakannya. “Event yang kami ajukan ini sudah berjalan selama tiga tahun. Selain itu, durasinya juga lebih dari tiga hari setiap pelaksanaan, dan kapasitas pengunjungnya cukup besar, lebih dari lima ribu orang,” jelas Mulki.

Kemudian dari aspek dampak ekonomi, Dispar menganggap event yang digelar sudah mampu perputaran uang selama kegiatan berlangsung. Data perputaran transaksi digital menggunakan QRIS menjadi salah satu indikator.

Terkait perkembangan proses seleksi, Mulki menyatakan NTB saat ini berada pada tahap kurasi awal. Proposal seluruh event yang diajukan sudah dinyatakan lolos, dan kini memasuki penilaian lanjutan.

“Presentasi pertama telah dilakukan minggu lalu oleh masing-masing kabupaten/kota. Kami terus mendorong mereka untuk memaksimalkan setiap tahapan,” katanya.

Dispar berharap semua event yang diusulkan NTB dapat lolos sebagai bagian dari KEN 2025. Menurutnya, event bisa menjadi bagian dari KEN itu, memiliki keuntungan yang sangat signifikan bagi penyelenggara maupun daerah.

“Event yang masuk KEN akan naik kelas. Selain itu, ada dukungan fasilitas dari kementerian, baik dari sisi anggaran maupun promosi,” tegasnya.

Selain itu, dampak terhadap citra event juga meningkat, sehingga ini bisa bersaing secara nasional dan semakin memperkuat positioning pariwisata NTB sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. “Mudah-mudahan banyak yang diterima,” tandasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#event #Karisma Event Nusantara #Ekonomi #NTB #Perang Topat #sosial budaya #kementerian pariwisata #Lombok Utara #Pariwisata