LombokPost - Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri mengingatkan jajaran Pemprov NTB untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada perempuan dalam setiap program pembangunan.
Menurut wagub yang akrab disapa Umi Dinda itu, peran perempuan sangat penting dan strategis dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia.
Menurut Umi Dinda, hampir semua program yang dicanangkan Pemprov NTB membutuhkan keterlibatan perempuan. Mulai dari bidang kesehatan, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.
“Perempuan harus dilibatkan dalam berbagai sektor pembangunan,” katanya.
Sejumlah program unggulan yang menjadi visi misi Iqbal-Dinda ini membutuhkan keterlibatan perempuan. Misalnya pencegahan stunting, peran perempuan selaku ibu rumah tangga sangat menentukan keberhasilan pencegahan tersebut.
“Perempuan sebagai ibu rumah tangga harus bisa memahami pola hidup sehat maupun gizi anak-anak agar terhindar dari stunting,” katanya.
Dalam program pemberantasan kemiskinan ekstrem, mayoritas perempuan yang tinggal di desa perlu mendapatkan bimbingan dan pemberdayaan agar mampu menjadi motor penggerak bagi keluarga.
Pemprov NTB juga memiliki Program Desa Berdaya yang seluruhnya digelar di desa. Program ini menyasar masyarakat desa terutama ibu dan anak.
Begitu juga dengan posisi perempuan di pemerintahan. Perempuan harus diberikan kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan kemampuan untuk bisa tampil dan memiliki posisi strategis.
"Ketika perempuan terpilih (memiliki posisi strategis) maka akan banyak hak-hak perempuan yang akan diperjuangkan," tuturnya.
Hadirnya perempuan di dalam berbagai sisi kehidupan dapat berdampak pada kebaikan dan kebermanfaatan. Baik untuk diri sendiri maupun banyak orang.
Umi Dinda menyoroti posisi perempuan sesuai amanat undang-undang. “Meski belum sampai 30 porsen keterlibatan perempuan, namun hampir pada tiap aspek dan program, kepercayaan kepada perempuan diikutkan pada kebijakan," urainya.
Umi Dinda menambahkan, posisi perempuan tidak boleh lagi dianggap sebagai pelengkap. Perempuan harus mengisi setiap proses pembangunan di NTB.
"Keterlibatan perempuan dalam suatu proses pembangunan, harus disepakati bersama. Setiap kesempatan dalam posisi tertentu, perempuan harus mampu menampilkan pondasi keilmuan, baik dalam birokrasi maupun di luar birokrasi,” katanya.
Dalam setiap kebijakan, Pemprov NTB selalu melibatkan perspektif gender. "Kami membuat kebijakan agar setiap OPD di Pemprov NTB mengikutsertakan isu gender pada setiap program, sesuai visi dan misi NTB Makmur Mendunia,” jelasnya.
Umi Dinda juga mengingatkan agar keterlibatan perempuan di luar rumah, jangan sampai perempuan melupakan pengabdian sebagai istri dan ibu rumah tangga di rumah.
Program Desa Berdaya dan Perempuan
Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan Program Desa Berdaya yang akan menjadi pintu gerbang untuk mengintervensi berbagai kasus perempuan dan anak yang terjadi di tingkat desa.
Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi menjelaskan, Desa Berdaya merupakah salah satu program strategis Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wagub Indah Dhamayanti Putri.
Program ini dirancang untuk mengakumulasi berbagai intervensi program di desa. Seperti kemiskinan ekstrem, kesehatan, pendidikan, digitalisasi, hingga masalah kekerasan perempuan dan perlindungan anak.
“Kita harapkan ini bisa menjadi salah satu langkah pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan maupun perlindungan terhadap anak," katanya.
Guru Besar Hukum Keluarga Islam UIN Mataram Prof. Atun Wardahun mengatakan, tanpa intervensi yang terukur dan terarah terhadap perlindungan perempuan dan anak, maka visi misi NTB Makmur Mendunia sulit tercapai.
Oleh karena itu diperlukan intervensi langsung hingga ke tingkat desa untuk dapat mengurai kasus kekerasan perempuan dan perlindungan anak yang terjadi.
Prof. Atun menekankan urusan perempuan dan anak bukan urusan satu lembaga semata, dibutuhkan intervensi lintas sektoral. Namun tetap membutuhkan leading sektor agar gerakannya lebih terukur dan terencana.
Perempuan Pilar Kemajuan
Ketua TP-PKK NTB Sinta Agathia menegaskan bahwa perempuan adalah pilar kemajuan. Perempuan melalui organisasi wanita menjadi gadra terdepan dalam isu pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama perempuan dan anak.
Karena itu, Bunda Sinta mengajak perempuan untuk menjadi penggerak dalam program pembangunan. “Kita harus hadir, bukan hanya sebagai pelengkap, tapi sebagai penggerak dalam perubahan. Karena perempuan punya kekuatan yang luar biasa dalam membentuk peradaban,” tegasnya.
Bunda Sinta menambahkan, kemajuan daerah dapat diraih dengan bersatunya kaum perempuan dalam berbagai penyelesaian masalah.
"Kita punya pekerjaan rumah masalah kemiskinan. Kalau ibu-ibu sudah turun dan mau berjalan bersama, kita bisa keluar dari garis kemiskinan,” katanya.
Perempuan masa kini memiliki jiwa yang mandiri, berdikari, peduli, dan saling menyangi satu sama lain. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam mengatasi berbagai tantangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang berkelanjutan.
“Tentu saja, kita akan mengajak semua organisasi, karena permasalahan ini menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat," ujarnya.
Bunda Sinta menyoroti bahwa berbagai persoalan sosial masih terjadi di NTB. Khususnya yang berkaitan dengan anak-anak dan perempuan. Salah satu yang paling memprihatinkan adalah tingginya angka pernikahan anak, yang berdampak langsung terhadap peningkatan tingkat kemiskinan.
Bunda Sinta juga menekankan komitmen TP PKK NTB dan sejumlah organisasi wanita untuk terus mendukung program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
“TP PKK NTB termasuk sejumlah gerakan organisasi wanita dari Provinsi NTB hingga Kabupaten/Kota akan terus membantu pemerintah dalam berbagai sektor pembangunan,” katanya. (lil/r3)
Editor : Jelo Sangaji