Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Revolusi Mindset ASN! BPSDMD NTB dan Poltekpar Lombok Dorong Pariwisata Lintas Sektor

Lombok Post Online • Kamis, 20 November 2025 | 13:04 WIB

 

60 ASN dari 24 OPD Dilatih Pahami Multiplier Effect Wisata, Kekayaan Bahari Hingga Persawahan Wajib Dilihat sebagai Obyek Wisata
60 ASN dari 24 OPD Dilatih Pahami Multiplier Effect Wisata, Kekayaan Bahari Hingga Persawahan Wajib Dilihat sebagai Obyek Wisata

LombokPost – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTB bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok sukses menggelar Pelatihan Teknis Pariwisata Dasar Berbasis Kompetensi 2025 yang berlangsung sejak 10 hingga 19 November 2025.

Pelatihan ini melibatkan 60 peserta dari 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektoral lingkup Pemprov NTB dan kabupaten/kota.

Kepala BPSDMD NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan tujuan utama pelatihan ini adalah untuk mengubah paradigma ASN agar pembangunan sektor pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata (Dispar) semata, tetapi dipahami dan didukung oleh seluruh OPD.

"Sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang besar, terutama bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Ketika pariwisata berkembang, UMKM, travel agent, pelaku transportasi, hingga masyarakat lokal ikut merasakan dampaknya," jelas Baiq Nelly Yuniarti saat penutupan diklat.

Integrasi Potensi Lintas Sektor

Nelly memberikan contoh nyata bagaimana ASN di dinas lain harus melihat potensi pariwisata di wilayah tugasnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan: Melihat kampung nelayan dan kekayaan bahari sebagai obyek wisata.

Dinas Pertanian: Memandang keindahan persawahan sebagai daya tarik wisata.

Dinas Kehutanan: Mengembangkan kawasan di sekitar hutan menjadi destinasi wisata.

Menurutnya, pengembangan pariwisata bersifat lintas sektor dan menuntut kolaborasi kuat. Misalnya, perbaikan akses jalan melibatkan Dinas Perhubungan dan PUPR, sementara pengembangan UMKM melibatkan Dinas Koperasi dan UKM.

Kurikulum 5 Pilar dan Pengalaman Lapangan

Komang Mahawira, Koordinator Diklat Poltekpar Lombok, menerangkan bahwa pelatihan ini mencakup materi pokok yang dibagi dalam lima pilar: Industri, Destinasi, Pemasaran, Kelembagaan, dan tambahan khusus SDM Pariwisata Dasar.

"Pilar tambahan tentang SDM pariwisata dasar sengaja ditambahkan, karena fokus pelatihan ini adalah pengembangan kompetensi SDM," jelas Mahawira.

Pelatihan berlangsung intensif, mencakup tiga hari belajar mandiri, tiga hari di kelas, dua hari studi lapangan (termasuk permintaan tambahan waktu di lokasi Senaru), dan ditutup dengan uji komprehensif.

Peserta yang lulus akan menerima sertifikat sebagai bukti kompetensi.

Dukungan Desa Berdaya dan Visi Makmur Mendunia

Asisten III Setda NTB, Eva Dewiyani, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang strategis ini.

Ia menekankan bahwa tanpa SDM yang profesional, potensi pariwisata NTB tidak akan berkembang optimal.

Pelatihan ini juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program Desa Berdaya.

ASN dari dinas desa, misalnya, diharapkan mampu memastikan dana desa mendukung pengembangan Pokdarwis dan potensi wisata lokal.

Harapannya, ASN yang telah mengikuti pelatihan ini memiliki pemahaman komprehensif, sehingga dapat mengambil langkah nyata untuk mendukung terwujudnya Pariwisata NTB yang Makmur Mendunia. (yun/r3)

Editor : Kimda Farida
#Poltekpar Lombok #ASN Pariwisata #Pariwisata Lintas Sektor #desa berdaya #BPSDMD NTB