LombokPost - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTB bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menggelar Pelatihan Teknis Pariwisata Dasar Berbasis Kompetensi 2025 pada 10–19 November 2025.
Pelatihan ini melibatkan 60 peserta yang berasal dari 24 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektoral lingkup Pemprov NTB serta kabupaten/kota. Narasumber berasal dari berbagai institusi, seperti Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Poltekpar Lombok dan Makassar, BPSDMD NTB, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Pelatihan ini terdiri dari dua jenis materi, yaitu materi pokok dan materi muatan lokal,” terang Koordinator Diklat Poltekar Lombok Komang Mahawira, saat ditemui di acara penutupan diklat di BPSDMD NTB, kemarin (19/11).
Materi pokok dibagi menjadi lima pilar utama. Industri pariwisata dasar, destinasi pariwisata dasar, pemasaran pariwisata dasar, SDM pariwisata dasar, dan kelembagaan pariwisata dasar.
Menurut Mahawira, empat pilar pertama sesuai dengan Undang-Undang Kepariwisataan yang menekankan pengembangan industri, destinasi, pemasaran, dan kelembagaan pariwisata. “Pilar tambahan tentang SDM pariwisata dasar sengaja ditambahkan, karena fokus pelatihan ini adalah pengembangan kompetensi SDM,” jelasnya.
Tujuan utama pelatihan, membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar untuk melayani masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah masing-masing, sesuai dengan pilar-pilar pariwisata yang diajarkan.
Diklat terbagi menjadi beberapa sesi; tiga hari belajar mandiri, tiga hari belajar di kelas, dua hari studi lapangan, dan satu hari terakhir untuk uji komprehensif. Selama kegiatan studi lapangan, peserta meminta tambahan waktu di lokasi Senaru untuk memperdalam pengalaman belajar. Peserta yang lulus akan menerima sertifikat sebagai bukti kompetensi.
“Secara keseluruhan, program ini mendapat sambutan baik karena memberikan pengalaman langsung dan mendalam bagi para peserta untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang pariwisata,” pungkasnya.
Kepala BPSDMD NTB Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan pelatihan ini bertujuan agar pembangunan sektor pariwisata, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata (Dispar), tetapi dipahami dan didukung oleh ASN di seluruh OPD.
Misalnya, ASN di dinas kelautan dan perikanan perlu melihat kampung nelayan dan kekayaan bahari sebagai potensi obyek wisata. ASN di dinas pertanian dapat memandang keindahan persawahan sebagai daya tarik wisata. “Begitu juga ASN di dinas kehutanan pun bisa mengembangkan kawasan di sekitar hutan menjadi destinasi wisata,” jelasnya.
Sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang besar, terutama bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Ketika pariwisata berkembang, UMKM, travel agent, pelaku transportasi, hingga masyarakat lokal ikut merasakan dampaknya.
Pelatihan teknis pariwisata dasar berbasis kompetensi 2025, juga untuk mendukung pelaksanaan program Desa Berdaya. Untuk menjalankan program-program tersebut, kapasitas ASN harus diperkuat karena merekalah yang menjadi eksekutor kebijakan di lapangan bersama masyarakat.
Setelah mengikuti pelatihan, ASN diharapkan mampu mendorong dan memfasilitasi pengembangan potensi wisata di wilayah tugasnya. Contohnya, ASN dari dinas desa dapat memastikan pembinaan desa berjalan dengan baik, termasuk memperhatikan apakah dana desa telah mendukung pengembangan Pokdarwis dan potensi wisata lokal.
Nelly menekankan pengembangan pariwisata bersifat lintas sektor, sehingga membutuhkan kerja sama berbagai OPD. Contohnya, untuk membuka atau memperbaiki akses jalan menuju obyek wisata diperlukan koordinasi dinas perhubungan dan PUPR.
Begitu pula dengan untuk pengembangan UMKM diperlukan kolaborasi dinas koperasi dan UKM, atau untuk pemasaran produk wisata diperlukan dinas perdagangan. “Karena itu, seluruh ASN perlu memahami konsep kepariwisataan agar dapat berkoordinasi dan berkolaborasi lintas OPD,” terang Plt kepala Dinas Perkim NTB tersebut.
Harapannya, setelah mengikuti pelatihan, ASN memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi pariwisata NTB. “Dengan demikian, mereka dapat mengambil langkah nyata melalui program-program di masing-masing OPD untuk mendukung, terwujudnya pariwisata NTB yang makmur mendunia,” tandasnya.
Asisten III Setda NTB Eva Dewiyani menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, narasumber, serta fasilitator yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman secara langsung. Pelatihan ini memiliki arti strategis bagi pengembangan sektor pariwisata NTB.
Dengan potensi pariwisata yang besar, diperlukan aparatur dan SDM pariwisata yang profesional, terlatih, dan memahami dasar-dasar layanan kepariwisataan secara baik. “Tanpa SDM yang terlatih dan profesional, potensi pariwisata kita tidak akan berkembang optimal. Kehadiran peserta dari provinsi dan kabupaten/kota menunjukkan komitmen bersama untuk membangun pariwisata NTB secara terarah dan sinergis,” jelasnya.
Wamenpar RI Ni Luh Puspa dalam tayangan video juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTB dan Poltekpar Lombok, atas penyelenggaraan pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas ASN, untuk mendukung pembangunan pariwisata daerah, sekaligus memperkuat upaya menuju pencapaian visi pariwisata nasional yang terintegrasi,” terangnya.
Kemenpar sangat memahami, sektor pariwisata di berbagai negara tengah berupaya membangun kompetensi yang dapat bersaing di pasar global, serta memanfaatkan potensi yang dimiliki mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Semua pihak kini menyadari pentingnya pengembangan pilihan destinasi, industri, strategi pemasaran, dan pendekatan adaptif yang menjadi landasan bagi keberlanjutan pembangunan sektor ini.
“Sektor ini bisa menjadi pendorong utama, dalam menarik investasi strategis, meningkatkan kolaborasi antarkompetensi, serta mengaktifkan program pariwisata yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Editor : Kimda Farida