Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bali, NTB, dan NTT Identifikasi Rute Konektivitas Baru

Yuyun Kutari • Kamis, 27 November 2025 | 09:10 WIB
PERKUAT KOLABORASI: Tiga kepala daerah Bali, NTB dan NTT memperlihatkan MoU yang sudah ditandatangani, untuk kerja sama regional, di Sirkuit Mandalika, Selasa (25/11).
PERKUAT KOLABORASI: Tiga kepala daerah Bali, NTB dan NTT memperlihatkan MoU yang sudah ditandatangani, untuk kerja sama regional, di Sirkuit Mandalika, Selasa (25/11).

LombokPost - Dalam Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN), ditegaskan bahwa peningkatan konektivitas atau perhubungan antarwilayah menjadi salah satu fokus utama yang akan segera diprioritaskan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan ketiga provinsi sepakat, untuk mempercepat penguatan akses transportasi antardestinasi wisata melalui berbagai moda perjalanan. “Ini sudah kita bahas bersama,” terangnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, kepala dinas perhubungan dari masing-masing provinsi telah diberi tugas, untuk mengidentifikasi rute konektivitas baru yang memungkinkan dibangun, baik jalur darat, laut, maupun udara. “Seluruh proses perizinan akan kita permudah pada masing-masing sektor,” tegasnya.

Beberapa rencana rute prioritas telah disebutkan, di antaranya konektivitas jalur laut Sanur–Mandalika serta Sanur–Senggigi yang akan segera dibuka.

“Hal yang sama juga berlaku untuk jalur dari NTB langsung ke NTT yang akan kita fasilitasi melalui jalur darat, laut, maupun udara,” jelasnya.

Upaya ini, menurut Iqbal, dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait. Selama proses identifikasi, diperkirakan akan muncul sejumlah kendala teknis di lapangan.

Gubernur Iqbal menegaskan setiap permasalahan yang ditemukan, segera dibahas bersama oleh ketiga provinsi untuk dirumuskan solusinya sebelum diajukan ke pemerintah pusat. “Pendekatan bersama ini akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat,” ujarnya.

Iqbal juga menilai bahwa kerja sama kolektif dari tiga provinsi ini akan memberikan dampak signifikan, dalam mendorong respons maskapai penerbangan terkait pembukaan rute baru.

“Jika kami bertiga berbicara langsung dengan maskapai mengenai konektivitas ini, kemungkinan besar mereka akan lebih responsif terhadap masukan kami,” tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar menegaskan pengembangan konektivitas antarwilayah dalam kerja sama regional Bali, NTB dan NTT memang harus dijalankan dengan perencanaan yang matang.

Menurutnya, sejumlah langkah sudah mulai disiapkan, termasuk mengkaji potensi pembukaan kembali beberapa pelabuhan dan jalur transportasi antardaerah. “Ya, memang harus begitu,” ujarnya.

Ervan mencontohkan ada usulan untuk membuka kembali operasional Pelabuhan Amed di Bali Timur, Kecamatan Abang, Karangasem, karena selama ini menjadi salah satu titik utama pelayaran feri, salah satunya menuju Gili Trawangan, NTB. “Ini memiliki potensi besar untuk kembali dibuka, sebagai jalur konektivitas Bali dan NTB,” kata dia.

Selain itu, terdapat pula permintaan dari NTT untuk membuka jalur feri yang menghubungkan Pelabuhan Maropokot di Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan Pelabuhan Sape di NTB.

Selanjutnya berkaitan dengan transportasi udara, Ervan menyampaikan pihaknya tengah mendorong penambahan frekuensi dan rute penerbangan baru.

Namun, katanya, proses ini tidak bisa diputuskan secara sepihak. “Kita tidak bisa membuat keputusan begitu saja. Perlu izin dari berbagai pihak, termasuk kebijakan maskapai yang harus melalui proses perizinan tertentu,” jelasnya.

Meski demikian, Ervan optimistis langkah-langkah ini akan lebih mudah terwujud, berkat kolaborasi yang semakin kuat antara tiga provinsi dalam wadah KR-BNN.

Kolaborasi tersebut, menurutnya, menjadi kunci dalam mempercepat pembukaan dan pengembangan jalur konektivitas antarwilayah. “Iya, makanya kalau udah bertiga kan enak. Kita mukul ramai-ramai. Gebuknya ramai-ramai,” pungkasnya. 

Editor : Jelo Sangaji
#Bali #rute penerbangan #konektivitas #jalur laut #Gili Trawangan #ntt #pelabuhan #NTB