Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov Perkuat Strategi NTB Connected Dalam Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Fisik dan Digital, Penanganan Infrastruktur Skala Prioritas

Lombok Post Online • Sabtu, 29 November 2025 | 14:19 WIB

 

NTB CONNECTED: Dari kanan; Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi, Plt Kepala Dinas Perkim NTB Baiq Nelly Yuniarti, dan Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin saat Bincang Kamisan di Kantor Gubernur NTB.
NTB CONNECTED: Dari kanan; Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi, Plt Kepala Dinas Perkim NTB Baiq Nelly Yuniarti, dan Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin saat Bincang Kamisan di Kantor Gubernur NTB.

LombokPost - Pemerintah Provinsi NTB terus mematangkan konsep NTB Connected sebagai strategi utama pembangunan daerah.

Konsep yang berfokus pada sektor infrastruktur fisik dan digital ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus berfungsi untuk mengarahkan struktur kewilayahan agar lebih berimbang.

Salah satu gagasan besar dalam konsep NTB Connected ini adalah pembangunan jalan bypass port-to-port segmen Sengkol-Pringgabaya.

Hal ini sejalan dengan rencana teknis percepatan infrastruktur dalam kerangka kerja sama Koridor 5 (Bali-NTB-NTT).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Yusron Hadi mengatakan, salah satu alasan strategis di balik pengembangan infrastruktur jalan ke arah Selatan karena koridor tengah (Lembar-Kayangan) saat ini sudah sangat padat.

“Fungsi infrastruktur itu adalah mendorong pertumbuhan dan mengarahkan pertumbuhan,” katanya.

“Kenapa 2026 kita mengembangkan bypass port-to-port yang larinya dari selatan? Karena koridor tengah dari Lembar ke Kayangan itu sudah padat sekali, bahkan pemukimannya tidak ada batas lagi antara Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur,” katanya.

Selain infrastruktur fisik, Yusron juga  menegaskan pentingnya konektivitas digital.

“Daerah potensial pariwisata, perdagangan dan pertanian tidak boleh memiliki blankspot internet,” katanya.

Pemprov NTB tengah menyiapkan portal layanan terintegrasi yang akan diluncurkan menjelang HUT NTB.

Targetnya merampungkan integrasi 48 layanan provinsi dan layanan prioritas kabupaten/kota pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sadimin menegaskan, terkait rencana teknis percepatan infrastruktur dalam kerangka kerja sama Bali-NTB-NTT.

Sadimin menjelaskan perubahan rencana dari jalan tol menjadi jalan bypass port-to-port segmen Sengkol-Pringgabaya.

“Kalau dibangun jalan tol butuh anggaran Rp 22 triliun dan rasio lalu lintas (VCR) harus mencapai di atas 0,76, sementara VCR NTB masih dibawah 0,4. Kalau menunggu itu terlalu lama," jelasnya.

sebagai solusi jangka pendek, Dinas PUPR NTB merencanakan shortcut (jalan potong) dari Sengkol ke Ganti sepanjang 13-14 km.

Dan jalan baru Labuan Haji-Korleko sepanjang 11-12 km. Dengan total kebutuhan anggaran estimasi antara Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun dengan harapan waktu tempuh Lembar-Kayangan di bawah dua jam.

“Tahun ini (2025) feasibility study (FS). Tahun depan (2026) penyusunan DED dan pembebasan lahan. Harapannya lahan yang sudah dibebaskan, tahun 2027 sudah mulai konstruksi,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB Baiq Nelly Yuniarti menekankan bahwa pembangunan jalan harus dibarengi dengan penataan permukiman agar tidak menimbulkan kawasan kumuh baru.

“Hal ini sesuai dengan Misi ke-6 RPJMD 2025-2029,” katanya.

Untuk tahun 2025, Pemprov NTB mengintervensi perbaikan 174 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dan peningkatan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) jalan lingkungan di sekitar 1.300 titik se-NTB.

Baiq Nelly menambahkan bahwa tantangan utama adalah memastikan estetika kawasan terjaga seiring terbukanya akses.

“Jangan sampai sirkuitnya cantik, tapi menuju ke sananya ketemu kawasan kumuh, itu tidak elok," katanya.

Proyek Infrastruktur Jalan dan Irigasi

Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin bersama Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi juga menjelaskan berkaitan dengan pernyataan dalam acara Bincang Kamisan pada Kamis (27/11).

Menurut Sadimin, berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemprov NTB tahun 2025, sebagian besar paket kegiatan dilakukan di Pulau Sumbawa.

Anggaran infrastruktur tahun 2025 sebanyak Rp 35 miliar di Pulau Lombok dan Rp 58 miliar di Pulau Sumbawa.

“Di Sumbawa ada tiga paket besar yang dikerjakan, yakni Simpang Tano-Senteluk Rp 32 miliar, Lunyuk Rp 20 miliar, dan Doro O'o Rp 6 miliar. Selain paket besar ada juga paket-paket kecil seperti paket pokok pikiran dewan,” katanya.

Dijelaskan Sadimin, jalan provinsi di Pulau Sumbawa sekitar 900 km sementara di Pulau Lombok sekitar 500 km. Namun lalu lintas harian (LHR) di Sumbawa lebih rendah dibanding Lombok.

“Jadi karena anggaran yang terbatas, perbaikan jalan harus ada skala prioritas yakni jalan yang LHR-nya lebih ramai. Kecuali tidak ada alternatif lain, jalan yang rusak akan langsung dikerjakan baik lokasinya di Pulau Lombok atau Pulau Sumbawa,” katanya.

Sadimin menambahkan, tahun 2025 ini Dinas PUPR NTB juga melaksanakan sejumlah proyek strategis daerah bidang irigasi yang lokasinya di Pulau Lombok dan Sumbawa. Proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, di antaranya jaringan irigasi Maronggek Ompleks, Kecamatan Sikur, Lotim; irigasi Santong, Kecamatan Kayangan, KLU; irigasi Kadindi Atas, Kadindi Tengah, dan Kadindi Bawah, Kecamatan Pekat, Dompu.

Proyek Infrastruktur Jalan dan Jembatan 2025

Pulau Sumbawa Rp 58 M
- Ruas jalan Simpang Tano-Simpang Senteluk
- Ruas jalan Lunyuk
- Ruas jalan Doro O'o

Pulau Lombok Rp 35 M
- Ruas jalan Tanjung Geres-Pohgading-Pringgabaya
- (Pemeliharaan) Ruas jalan Batu Nyale-Sengkol
- Jembatan Selong Belanak

Proyek Infrastruktur Irigasi 2025

Pulau Lombok
- Irigasi Maronggek Ompleks
- Irigasi Santong

Pulau Sumbawa
- Irigasi Kadindi Atas
- Kadindi Tengah
- Kadindi Bawah (lil/r3)

Editor : Kimda Farida
#Infrastruktur #NTB #perdagangan #Pertumbuhan Ekonomi #Lombok