Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Stok Beras Bulog NTB Aman Hingga 15 Bulan ke Depan, Harga Dijamin Tak 'Liar'!

Nurul Hidayati • Senin, 1 Desember 2025 | 13:06 WIB
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar (tengah) saat melakukan pengecekan langsung beras di gudang Bulog, beberapa hari lalu.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar (tengah) saat melakukan pengecekan langsung beras di gudang Bulog, beberapa hari lalu.

LombokPost – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas membantah segala kekhawatiran masyarakat menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Bahkan menjamin stok pangan strategis di NTB berada di level 'sangat aman' hingga pertengahan tahun 2026.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog NTB Mara Kamin Siregar, yang menekankan bahwa ketersediaan beras di gudang Bulog saat ini bukan hanya mencukupi untuk akhir tahun, tetapi juga untuk kebutuhan hingga 15 bulan ke depan.

"Bulog memastikan bahwa stok beras untuk kebutuhan Provinsi NTB berada dalam kondisi aman dan sangat mencukupi hingga tahun depan bahkan, saat ini stok tersedia mencapai 167.645 Ribu Ton termasuk menghadapi momentum Natal dan Tahun Baru serta Lebaran sampai 15 bulan ke depan,” ujar Regar.

Strategi "Rem" Harga: Percepatan SPHP Jadi Kunci

Menghadapi pola konsumsi masyarakat yang biasanya melonjak drastis menjelang akhir tahun, Bulog NTB telah menyiapkan langkah antisipatif dengan strategi utama: Percepatan Penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Regar menyebutkan, realisasi penyaluran SPHP sudah mencapai 16.301 Ribu Ton.

Penyaluran ini gencar dilakukan melalui berbagai kanal distribusi mulai dari pasar tradisional, ritel modern, distributor resmi, hingga berbagai mitra Bulog guna memastikan harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali dan tidak 'liar'.

"Percepatan SPHP merupakan salah satu strategi penting untuk memastikan harga beras tetap terkendali menjelang Nataru, saat pola konsumsi masyarakat biasanya meningkat. Kami terus melakukan penguatan pasokan, mempercepat penyaluran beras SPHP, serta menjaga ketersediaan di seluruh pasar dan kanal distribusi resmi,” tegasnya.

Koordinasi Super Ketat dan Imbauan untuk Masyarakat

Dalam menjalankan misi menjaga stabilitas harga ini, Bulog NTB tidak bekerja sendiri.

Mereka memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan pengawasan optimal di lapangan.

Kolaborasi ini bertujuan krusial untuk mencegah spekulasi harga dan praktik penimbunan yang merugikan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan fluktuasi harga.

Regar juga menambahkan bahwa koordinasi tersebut memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar, merata, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di setiap kabupaten/kota.

Menutup keterangannya, Pimpinan Wilayah Bulog NTB tersebut menyampaikan pesan penting kepada masyarakat: tidak perlu panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying).

“Dengan kesiapan stok dan sistem distribusi yang terjaga, masyarakat tidak perlu khawatir. Bulog berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Selain itu, Bulog NTB juga telah menyiapkan langkah mitigasi dan penguatan cadangan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem atau gangguan logistik yang mungkin terjadi selama periode Desember 2025 hingga Januari 2026, memperkuat keyakinan bahwa ketahanan pangan di NTB akan tetap stabil hingga tahun 2026.

Editor : Kimda Farida
#penyaluran #bulog #Beras #konsumen #NTB #SPHP