LombokPost – Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Indah Dhamayanti Putri blak-blakan lempar pertanyaan yang langsung bikin puluhan ibu balita di Puskesmas Karang Pule ketawa ngakak, Selasa (2/12) pagi.
“Saya sering bertanya kepada para ibu ‘Suaminya baik tidak? Suaminya sayang tidak?’ Karena psikologi seorang ibu atau perempuan sangat dipengaruhi oleh kasih sayang dan dukungan suami. Betul ya Pak Kadis?” ucap Umi Dinda sambil tersenyum, langsung disambut tawa dan anggukan kompak para ibu.
Acara roadshow Bakti Stunting sekaligus peringatan Hari Ibu & HUT BKOW NTB itu dihadiri ratusan warga. Spanduk besar “GERAKAN ORANG TUA PEDULI STUNTING” dengan foto Gubernur dan Wagub terpampang jelas di belakang meja utama.
Umi Dinda menegaskan kehadiran pemerintah bukan cuma seremonial.
“Tujuan kehadiran kami adalah untuk menyapa, melihat secara langsung kondisi di lapangan, memberikan sentuhan, serta menguatkan para ibu yang memiliki balita stunting. Tidak boleh ada rasa putus asa dalam membesarkan anak-anak kita,” katanya tegas.
Ia juga mengapresiasi Kota Mataram yang masih bertahan di zona kuning stunting.
“Ini bukan berarti kita boleh lengah. Kita harus memastikan agar posisi ini bisa bergerak ke zona hijau, bukan turun ke merah," imbuhnya mengingatkan.
Tak lupa, Umi Dinda menyapa para lansia yang duduk di baris depan.
“Para lansia adalah sosok yang harus kita hormati karena kita bisa hidup dan berada di titik ini berkat peran mereka. Namun menjadi lansia bukan berarti hanya menerima belas kasihan. Lansia juga harus produktif, sehat, bergerak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan," ucapnya.
Di akhir acara, paket nutrisi untuk balita stunting dan paket sembako untuk lansia dibagikan langsung pada warga
“Kami hadir bukan sekadar memberikan bingkisan. Kami hadir untuk menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin