Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Was-Was Cuaca Ekstrem! Bulog NTB "Gas Pol" Kirim 20 Kilogram Beras dan 4 Liter Minyak ke Ratusan Ribu Penerima Sebelum Bencana Datang!

Nurul Hidayati • Rabu, 3 Desember 2025 | 19:27 WIB
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, bersama jajarannya intensif melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, bersama jajarannya intensif melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar.

LombokPost – Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah tancap gas dalam mendistribusikan bantuan pangan (Banpang) ke masyarakat penerima.

Percepatan ini didorong oleh kekhawatiran terhadap masuknya musim hujan dan potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu jalur distribusi dan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, bersama jajarannya intensif melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar.

“Kita berharap agar distribusi Banpang ini terdistribusi secepatnya kepada para penerima yang sudah terdaftar Namanya. Karena ini musim hujan, kita tidak tahu perubahan cuaca ini akan seperti apa. Masyarakat harus sudah memiliki ketersediaan cadangan pangan,” ujar Siregar.

Target Distribusi dan Lonjakan Penerima Bantuan

Bulog NTB menargetkan penyaluran Banpang untuk jatah bulan Oktober dan November dapat rampung pada awal Desember ini. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan menerima paket berisi 20 Kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Berdasarkan data terbaru dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, tercatat adanya lonjakan penerima bantuan:

Total PBP Terbaru: 521.185 penerima.

Kenaikan: Naik 9.804 PBP dari periode Juni–Juli 2025 (511.381 penerima).

Kenaikan signifikan tercatat di beberapa kabupaten, dengan Lombok Timur naik 2.601 PBP, Lombok Utara naik 3.396 PBP, dan Kabupaten Bima bertambah 1.067 PBP.

Respons Bulog Pusat terhadap Penjarahan Bencana

Percepatan distribusi di NTB ini juga terjadi di tengah sorotan nasional terkait insiden penjarahan di gudang Bulog Sarudik, Sibolga, Sumatera Utara, saat wilayah tersebut dilanda bencana banjir besar.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan pemahaman atas dinamika yang terjadi. Ia menilai peristiwa tersebut merupakan bentuk keterpaksaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan kesulitan mendapatkan akses pangan akibat jalur distribusi yang terisolasi.

“Kami memahami bahwa masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana yang memutus akses pangan. Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” kata Rizal Ramdhani.

Untuk mencegah insiden serupa dan memulihkan pasokan, Bulog Pusat tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah, Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait guna memastikan pemulihan distribusi pangan dilakukan dengan cepat, tepat sasaran, serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di wilayah terdampak bencana.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Bantuan #banpang #Bulog NTB #Bencana #Lombok #Pangan