LombokPost - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTB berkolaborasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, menggelar Musyawarah Rencana Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) dan Rapat Koordinasi Kepegawaian NTB, di Mataram, Senin (8/12).
Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, para bupati dan wali kota se-NTB serta pihak terkait lainnya.
Kepala BKN Prof Zudan Arif Fakrulloh menekankan pentingnya pengelolaan dan pengembangan komptensi sumber daya manusia (SDM), sebagai instrumen utama untuk mewujudkan program prioritas Nasional serta visi dan misi kepala daerah.
“Kita hari ini bersama-sama untuk mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden, sekaligus visi misi Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan seluruh bupati serta wali kota,” tegasnya.
Menurutnya, target utama dari Musrenbangkom dan Rapat Koordinasi Kepegawaian NTB adalah menata kepegawaian, melalui manajemen talenta agar visi dan misi pemerintah daerah di seluruh NTB, dapat terwujud secara optimal.
Selain aspek keuangan dan kelembagaan, hal lain yang paling fundamental adalah kualitas SDM. “Hari ini kita sentuh hal itu. Banyak hal kita bahas dan kita berikan solusinya, yang akan ditindaklanjuti mulai Desember 2025 dan berlanjut pada 2026 secara sistematis,” tambahnya.
Prof Zudan optimis bahwa visi dan misi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, yaitu NTB Makmur Mendunia, bisa tercapai dalam lima tahun ke depan dengan dukungan seluruh bupati dan wali kota, serta ASN yang menyertainya.
Untuk itu, ia menekankan perlunya ASN di NTB menetapkan target tinggi dalam bekerja. “Jangan takut menetapkan target yang tinggi. Yang saya khawatirkan justru ASN menetapkan target terlalu rendah sehingga hasilnya terlihat cukup baik, padahal mereka mampu lebih,” jelasnya.
ASN di NTB harus bersatu dan selaras dengan kepala daerah, bahkan Prof Zudan mengibaratkan ASN sebagai mesin utama pembangunan. Apabila mesinnya sehat dan bergerak serempak, maka akan berdampak pada kemajuan bangsa dan daerah.
“Politiknya sudah selesai, tinggal bekerja dan bersaudara untuk mewujudkan visi misi tadi. Berkinerja tinggi, bersaudara selamanya, berpolitik secukupnya,” tandas Prof Zudan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi kehadiran Prof Zudan yang menyampaikan garis-garis besar rencana transformasi kepegawaian Nasional.
“Kita punya sesi khusus antara beliau dengan para bupati wali kota dan juga gubernur, untuk membahas isu-isu terkini yang dihadapi persoalan yang belum ada solusinya yang dihadapi,” jelasnya.
Diskusi tersebut berlangsung sangat interaktif. Hampir semua kepala daerah yang hadir, memperoleh masukan dan solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi.
“Sesi ini sangat produktif karena kepala daerah bisa langsung berdiskusi secara informal dan mendapatkan arahan praktis,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi ASN di NTB, serta manajemen talenta aparatur, sehingga visi dan misi pemerintah pusat dan daerah dapat tercapai secara optimal.
Kepala BPSDMD NTB Baiq Nelly Yuniarti menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi ASN, sebagai langkah strategis dalam mewujudkan sistem meritokrasi di NTB.
Menurutnya, sistem meritokrasi atau manajemen talenta hanya bisa berjalan efektif jika diiringi peningkatan kompetensi ASN.
“Tidak mungkin membicarakan sistem merit bila kompetensi ASN belum pernah ditingkatkan sebelumnya," ujarnya.
Musrenbangkom dan Rapat Koordinasi Kepegawaian NTB sekaligus menjadi sarana, untuk memastikan seluruh ASN memahami visi-misi Presiden, Gubernur, serta bupati dan wali kota.
Itulah mengapa, kegiatan ini penting melibatkan pihak terkait, seperti asisten administrasi pembangunan, kepala BKPSDM, kepala Bappeda, dan yang lainnya.
Misalnya kehadiran kepala Bappeda, menurut Nelly, agar mereka memahami urgensi alokasi anggaran, untuk pengembangan kompetensi ASN sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sebagian alokasi anggaran memang telah tersedia, namun penggunaannya harus tepat sasaran. “Percuma menuntut ASN agar bekerja penuh empati atau bertindak cerdas jika mereka belum dibekali pelatihan yang memadai. Banyak ASN yang ditugaskan sebagai bendahara atau pengelola aset belum pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya,” tegasnya.
Untuk itu kedepannya, BPSDMD NTB berencana mengembangkan kompetensi ASN, bekerja sama dengan berbagai kementerian dan institusi. Seperti yang dilakukan baru-baru ini, BPSDMD NTB bekerja sama dengan Poltekpar Lombok dalam rangka pelatihan dasar pariwisata dan STAN untuk pelatihan pejabat appraisal.
Di masa mendatang, rencana kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan dilakukan guna mendukung program strategis Nasional yakni swasembada pangan.
“Tujuan utama kolaborasi ini adalah agar seluruh ASN memahami secara mendalam tujuan program strategis pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mulai menerapkan konsep Corporate University dengan Learning Management System (LMS) untuk efisiensi pelatihan ASN. Metode ini memungkinkan ASN belajar di mana saja dan kapan saja tanpa bergantung pada pelatihan konvensional yang membutuhkan anggaran besar.
Nantinya di 2026, Nelly mengatakan fokus pengembangan akan diarahkan pada optimalisasi pembelajaran berbasis LMS.
Sebagai contoh implementasi visi dan misi kepala daerah di sektor pariwisata, seluruh ASN, baik dari dinas pertanian, kelautan, maupun sektor lainnya, akan dilatih memahami potensi daerah masing-masing sebagai destinasi wisata. Begitu juga dengan program lainnya.
Dengannya, seluruh ASN di NTB diharapkan memiliki pandangan yang seragam dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah maupun nasional.
“Pengembangan kompetensi ASN bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan strategis untuk keberhasilan program kerja pemerintah secara menyeluruh,” pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji