LombokPost – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklaim telah melampaui target pengadaan gabah dan beras tahun 2025, sekaligus menegaskan ketahanan stok beras di NTB sangat aman hingga 30 bulan ke depan.
Pimwil Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyatakan Bulog NTB memegang peran strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Dengan realisasi pengadaan yang mencapai lebih dari 103 persen dari target yang ditetapkan.
Baca Juga: Harga Cabai hingga Beras Disubsidi, Pasar Murah Disperindag–Dekranasda Diserbu Warga Lotim
Capaian dan Kontribusi Nasional
Perum Bulog Kanwil NTB berhasil merealisasikan pengadaan dalam negeri setara beras sebanyak 188.754 ton hingga akhir tahun 2025. Angka ini setara dengan 103,75 persen dari target yang ditetapkan sebesar 181.924 ton.
Pengadaan Gabah Kering Panen (GKP): 320.171 ton (setara 90 persen dari total pengadaan). Pengadaan Beras: 17.847 ton.
Baca Juga: Kementan Minta Publik Kawal Ketat Bantuan Beras 1.200 Ton Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatera
Kontribusi Nasional: Realisasi pengadaan Bulog NTB menyumbang 5,78 persen dari total pengadaan beras nasional yang mencapai 3,21 juta ton.
Kapasitas dan Stok Beras Terkini
Untuk menunjang pengadaan ini, Bulog NTB saat ini mengelola 16 kompleks pergudangan dengan total kapasitas mencapai 117.500 ton, yang dikuasai penuh dan tersebar di tiga kantor cabang: Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima.
Baca Juga: Lebih dari 70 Kota dan Kabupaten Cair Bansos BPNT Tahap 4, Beras, dan Minyak Goreng Secara Serentak
Total Stok Beras Kanwil NTB saat ini mencapai 160.700 ton, yang terdiri dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP): 158.849 ton.
Stok Komersial: 1.852 ton (digunakan untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan/SPHP atau Gerakan Pangan Murah/GPM).
"Ketahanan stok saat ini, Bapak Ibu semua, kita mempunyai ketahanan stok kurang lebih 30 bulan ke depan. Jadi sangat aman," tegas Mara Kamin Siregar, sambil menyarankan agar penyaluran SPHP perlu ditingkatkan mengingat stok yang melimpah.
Distribusi dan Komoditas Lain
Bulog NTB juga memainkan peran sebagai pemasok regional. Stok beras yang dikuasai Bulog NTB didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan, antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali.
Selain beras, Bulog NTB juga melaporkan ketersediaan komoditas lain ada Gula: 187 ton dan Minyak Goreng: 27.253 liter.
Jagung Pipil: Stok saat ini 3.734 ton. Realisasi pengadaan jagung sebelumnya mencapai 27.000 ton, yang sebagian besar (24.000 ton) telah didistribusikan ke Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.
Pimwil Bulog NTB berharap masukan dari seluruh stakeholder untuk mewujudkan pengelolaan pengadaan yang semakin efektif, efisien, dan memberikan manfaat optimal bagi petani dan masyarakat.
Editor : Siti Aeny Maryam