Apel tersebut dipimpin Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho sekaligus menyampaikan arahan kapolda NTB kepada pejabat utama polda, seluruh kapolres, dan kapolresta jajaran.
Dalam arahannya, wakapolda menegaskan Apel Kasatwil bukan sekadar agenda seremonial. Forum ini disebutnya sebagai ruang strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta memastikan transformasi Polri benar-benar dirasakan masyarakat.
“Tantangan kamtibmas ke depan semakin kompleks. Ini menuntut kesiapan personel, ketajaman analisis, serta kecepatan dan ketepatan bertindak, tanpa meninggalkan profesionalisme, integritas, dan pelayanan humanis,” tegasnya.
Menurut wakapolda, profesionalisme Polri tidak hanya diukur dari kemampuan teknis kepolisian.
Sikap, perilaku, dan etika dalam melayani masyarakat menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan publik.
Ia meminta para Kasatwil menjadi teladan, baik dalam penegakan hukum yang berkeadilan, pelayanan publik yang prima, maupun pemeliharaan kamtibmas yang mengedepankan langkah preventif.
Penguatan sinergi lintas sektor juga menjadi perhatian. Para Kapolres dan Kapolresta diminta aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga.
“Sinergi yang kuat adalah kunci menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mendukung program pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain itu, Wakapolda menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi. Jajaran diminta mengoptimalkan pelayanan kepolisian berbasis digital, meningkatkan transparansi penanganan perkara, serta merespons cepat setiap pengaduan masyarakat.
“Kritik dan masukan publik jangan dihindari. Jadikan itu bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat,” pesannya.
Menutup arahannya, Wakapolda mengajak seluruh Kasatwil bekerja dengan dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian tinggi, berlandaskan nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
Melalui Apel Kasatwil 2025, Polda NTB diharapkan mampu merumuskan langkah strategis yang konkret dan aplikatif, sehingga transformasi Polri yang profesional benar-benar terasa di tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Editor : Marthadi