Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Balai Kemasan NTB Berwajah Baru, Siap Antar Produk Lokal ke Pasar Ekspor

Yuyun Kutari • Rabu, 24 Desember 2025 | 16:31 WIB
Salah satu mesin percetakan yang ada di Balai Kemasan NTB, Rabu (24/12).
Salah satu mesin percetakan yang ada di Balai Kemasan NTB, Rabu (24/12).

LombokPost - Pemprov melalui Dinas Perindustrian telah menyelesaikan kegiatan revitalisasi Balai Kemasan NTB, sebagai upaya meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Pj Sekda NTB Lalu Mohammad Faozal menegaskan Balai Kemasan NTB merupakan aset strategis milik daerah yang harus dikelola secara maksimal agar mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini aset yang luar biasa untuk kita. Kalau dikelola dengan baik, pasti akan menghadirkan PAD,” kata Faozal, saat ditemui, Rabu (24/12).

Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional serta dukungan terhadap kenyamanan pegawai dan pembinaan UMKM. Faozal meminta Dinas Perindustrian NTB untuk menyiapkan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi para pegawai.

“Tempat kerja yang lebih sejuk dan nyaman akan membuat semangat dan kinerja mereka semakin baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran strategis UMKM dalam mendorong PAD daerah. Namun menurutnya, masih ada tantangan besar yang harus dibenahi, terutama terkait keberlanjutan produksi dan manajemen usaha.

“Salah satu PR terbesar UMKM adalah keberlanjutan produksi dan tata kelola usahanya. Produksi harus konsisten dan orientasinya jelas, yakni keuntungan,” jelas Faozal.

Penguatan kemasan produk, lanjutnya, menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas. “Coba lihat produk besar seperti kopi ternama, salah satu kekuatannya ada di kemasan. Produk lokal kita juga punya potensi yang sama,” katanya.

Faozal menegaskan pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja. “Ini bukan hanya tugas Dinas Perindustrian, tapi perlu kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, dan OPD lainnya,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti menjelaskan pembangunan dan pengembangan Balai Kemasan Produk memiliki perjalanan yang cukup panjang.

Balai kemasan ini pertama kali diresmikan pada masa kepemimpinan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi. Seiring perkembangan kebutuhan industri dan teknologi, Pemprov NTB kembali mengajukan proposal revitalisasi ke Kementerian Perindustrian pada tahun 2023.

“Alhamdulillah, pada tahun 2024 pengajuan tersebut disetujui sehingga pembangunan bisa dimulai. Insyaallah, pembangunan fisiknya akan selesai pada akhir tahun 2025. Saat peresmian nanti, kami ingin memastikan seluruh sistem sudah berjalan optimal,” ujar Nuryanti.

Menurutnya, revitalisasi balai kemasan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada adaptasi teknologi dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal.

Seluruh operator di balai kemasan dipastikan mampu mengoperasikan dan menguasai mesin-mesin yang tersedia. “Untuk itu, sebelum resmi diluncurkan, akan dilakukan uji coba operasional selama satu tahun penuh,” kata dia.

Balai kemasan yang telah direvitalisasi ini, dilengkapi lebih dari 20 unit mesin modern yang mendukung seluruh proses produksi kemasan, mulai dari tahap desain hingga menghasilkan kemasan siap pakai.

Proses produksi juga semakin lengkap, di antaranya pembuatan kardus yang melibatkan enam mesin khusus, serta produksi pouch dengan bentuk panjang dan tinggi yang menggunakan sistem berbeda dari sebelumnya. “Revitalisasi ini menghadirkan sejumlah inovasi baru,” ujarnya.

Salah satunya adalah kemampuan memproduksi kardus berukuran lebih besar dan lebih tebal untuk kebutuhan produk berukuran besar seperti rokok, keramik, gerabah, serta berbagai kerajinan yang ditujukan untuk pasar ekspor.

Permintaan terhadap jenis kemasan ini terus menunjukkan peningkatan. Selain itu, balai kemasan kini telah dilengkapi mesin pouch full color. Dengan kehadiran mesin ini, pelaku IKM tidak lagi bergantung pada stiker tempel.

“Pouch dapat dicetak langsung dengan full color, dan dilengkapi klip, menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha,” tegasnya.

Inovasi lainnya, balai kemasan telah dirancang steril dan higienis. Kondisi ini memungkinkan produk makanan dan minuman olahan yang diproses di dalamnya untuk memenuhi persyaratan izin edar BPOM serta sertifikasi halal. Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu IKM pemula dalam menguji pasar, meskipun skala produksi masih terbatas.

“Dengan pendampingan yang intensif dan pelayanan yang menyentuh langsung masyarakat, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya secara bertahap,” jelas Nuryanti.

Dalam operasional sehari-hari, pihaknya memanfaatkan tenaga dari satpam yang telah diberdayakan, mengingat secara aturan tidak bisa lagi merekrut tenaga honorer.

Meski demikian, kemampuan SDM yang ada dinilai cukup baik dan hanya memerlukan peningkatan kecepatan kerja. Peningkatan kapasitas SDM dilakukan melalui metode trial and error serta pelatihan oleh tenaga ahli dari luar yang dilaksanakan sebanyak dua hingga tiga kali.

“Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi SDM, agar mampu mengelola seluruh mesin balai kemasan secara mandiri,” tegasnya.

Sejauh ini, hasil kerja SDM lokal dinilai cukup memuaskan. Bahkan, sebagian di antaranya telah berstatus PPPK. Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB baru-baru ini, Balai Kemasan NTB juga berhasil menjaring sekitar 300 IKM yang difasilitasi promosi kemasan gratis.

Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan PKK, BKOW, serta berbagai lembaga binaan di NTB, sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha akan pentingnya kemasan dalam meningkatkan nilai jual produk.

Nuryanti menegaskan, kemasan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat daya saing produk agromaritim NTB, baik di pasar domestik maupun internasional.   

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Dinas Perindustrian NTB #sumber daya manusia #muhammad zainul majdi #produk #Balai Kemasan NTB #pendapatan asli daerah #kemasan #industri kecil dan menengah (IKM)