LombokPost – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, telah menarik minat banyak pejabat eselon II, baik dari lingkup Pemprov NTB maupun dari luar daerah.
Ketatnya persaingan tersebut, menjadi bagian dari upaya menghadirkan figur pemimpin birokrasi terbaik, untuk mengawal visi dan agenda prioritas pembangunan daerah.
Salah satu peserta seleksi Sekda NTB, adalah Kepala Dinas Pemuda dan dan Olahraga (Dispora) NTB Wirawan. Ia menegaskan mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan dan optimisme, meski tetap menempatkan proses sebagai bagian penting dari pembelajaran karier.
"Kita ikuti semua prosesnya dan tentu saja saya mengharapkan hasil yang terbaik. Namun ada satu hal penting yang saya rasakan, yakni rangkaian proses seleksi ini telah memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi perjalanan karier saya sekarang dan di masa depan,” terangnya, Kamis (25/12).
Pria kelahiran 8 Oktober 1974 tersebut mengungkapkan sistem yang diterapkan dalam seleksi JPT Madya Sekda NTB sudah sangat profesional dan terstandar, terutama pada tahapan asesmen kompetensi.
“Proses seleksi JPT Madya ini menurut saya sudah sangat terstandar. Asesmen test yang digunakan adalah asesmen level 5 atau yang tersulit dengan menggunakan metode multi assessor untuk menggali kompetensi pribadi, sosio-kultural, dan kemampuan leadership calon,” bebernya.
Wirawan menambahkan, seleksi yang melibatkan peserta dari berbagai daerah tersebut menciptakan kompetisi yang sehat dan berkualitas, dan baginya ini adalah sistem seleksi yang sangat kompetitif, apalagi pesertanya juga ada yang berasal dari luar.
“Menurut saya ini adalah peluang untuk mendapatkan kandidat terbaik menjadi leader birokrasi dalam mencapai visi, misi, dan melaksanakan agenda prioritas, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata mendunia,” kata pria asal Lape, Kabupaten Sumbawa tersebut.
Lebih jauh, Wirawan juga memaparkan ide dan gagasan yang akan ia dorong apabila dipercaya menjabat sebagai Sekda NTB. Ia menekankan pentingnya peran Sekda sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor.
“Sekda selaku leader birokrasi tentu saja memiliki banyak peran strategis. Namun jika saya ditakdirkan menjadi sekda, maka saya akan berusaha optimal dalam mendorong Sekda sebagai orkestrator kolaborasi berbasis pentahelix,” tegas dia.
Kompleksitas persoalan pembangunan daerah menuntut kerja bersama, dari seluruh pemangku kepentingan. Dia menjelaskan masalah yang dihadapi oleh semua entitas, termasuk Pemprov NTB, adalah kompleksitas permasalahan yang tidak bisa diatasi sendiri. “Semua upaya problem solver harus berbasis kolaborasi,” kata Wirawan.
Baca Juga: Akademisi UIN Mataram Ini Lebih Setuju Sekda NTB Definitif Dijabat ASN Lokal, Begini Alasannya
Dengan pendekatan tersebut, ia meyakini Sekda dapat menjalankan peran strategis lainnya secara efektif, baik sebagai chief policy integrator, chief execution officer, maupun sebagai arsitek fiskal daerah yang secara ex officio menjabat sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi NTB.
“Peran itu akan fokus digunakan untuk mengawal agenda prioritas, khususnya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Sebagai penegasan, Wirawan menyampaikan pesan kunci terkait peran Sekda ke depan. “Satu pesan kunci yang saya sampaikan, Sekda harus memastikan visi kepala daerah hadir di lapangan, bukan berhenti di dokumen,” jelasnya.
Profil Profesional Wirawan
Wirawan telah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Gelar Sarjana (S1) diperoleh dari Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah pada periode September 1992 hingga November 1997.
Selanjutnya, ia menyelesaikan pendidikan Magister (S2) pada Program Studi Teknik Sipil – Pengelolaan Sumber Daya Air UGM pada periode September 2001 hingga April 2003.
Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi, Wirawan aktif mengikuti berbagai pelatihan, workshop, dan bimbingan teknis, baik sebagai peserta maupun narasumber.
Pada tahun 2024, Wirawan terlibat dalam Workshop Pengelolaan BUMD, BLUD, dan BUMDes yang diselenggarakan oleh BPKP NTB, serta Pelatihan Local Creative Finance oleh PKN STAN.
Selain itu, menjadi narasumber dan peserta dalam Workshop Pemeriksaan Keuangan Negara tentang Implementasi SIPD oleh BPK RI. Pelatihan lain yang diikuti antara lain Bimtek Dewan Pengawas BLUD Rumah Sakit oleh ARSADA serta Bimtek Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Karier birokrasi Wirawan diawali sebagai Kasubbid Penyusunan Rencana Kegiatan pada Bappeda Kabupaten Sumbawa pada tahun 2003, Kasubbid Pengkajian Strategis pada Bappeda, Kasi Geologi dan Tata Lingkungan pada Dinas Pertambangan dan Energi dan Kasi Pendapatan dan Penetapan Pajak Daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset.
Kemudian berlanjut menjadi Kepala Bidang Aset pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa sejak Maret 2009. Selanjutnya, ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, antara lain Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumbawa, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Pembangunan, dan Layanan Pengadaan Barang/Jasa, serta Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sumbawa.
Kariernya terus berkembang dengan penugasan sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumbawa, kemudian Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa.
Pada tingkat provinsi, Wirawan pernah menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur, dan Pembangunan, Kepala BRIDA NTB, serta Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTB.
Berikutnya, Wirawan juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Inspektorat NTB, Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB, dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB.
Selain jabatan struktural, Wirawan aktif dalam berbagai tim dan kepanitiaan strategis daerah. Di antaranya sebagai Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Anggota Baperjakat, Ketua Tim Evaluasi APBD Kabupaten/Kota, Ketua Tim Penghapusan Barang Milik Daerah, serta Ketua Dewan Pengawas RSJ Mutiara Sukma.
Kemudian, menjadi penanggung jawab dalam berbagai tim audit kinerja, penjaminan kualitas maturitas SPIP, tim audit kinerja PT GNE, tim audit kinerja kemiskinan, tim penilai internal zona integritas, serta menjabat sebagai Ketua Satgas Pencegahan Terorisme.
Dalam bidang olahraga nasional, Wirawan dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengarah Teknis FORNAS Tahun 2025 serta Ketua Kontingen POPNAS Tahun 2025, menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan kepemudaan dan olahraga di Bumi Gora.
Editor : Redaksi Lombok Post