Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

100 Personel Brimob NTB Dikerahkan ke Aceh, Siap Evakuasi Korban hingga Bangun Jembatan Darurat

Marthadi • Jumat, 26 Desember 2025 | 21:18 WIB

Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan melepas keberangkatan 100 personel Brimob Polda NTB untuk misi kemanusiaan ke Aceh, Jumat (26/12).
Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan melepas keberangkatan 100 personel Brimob Polda NTB untuk misi kemanusiaan ke Aceh, Jumat (26/12).
LombokPost - Kepedulian Polri terhadap korban bencana kembali ditunjukkan. Sebanyak 100 personel Satuan Brimob Polda NTB diberangkatkan menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (26/12), untuk membantu penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Pengiriman ratusan personel ini merupakan tindak lanjut instruksi langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bagian dari respons cepat Polri dalam misi kemanusiaan bagi warga terdampak bencana.

Keberangkatan pasukan dilepas langsung Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan di Markas Brimob Polda NTB. Para personel tergabung dalam Satuan Setingkat Kompi (SSK) dan siap diterjunkan ke wilayah terdampak utama, yakni Aceh Tamiang.

“Hari ini kami melepas satu SSK Brimob Polda NTB yang diperintahkan Kapolri untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan akibat bencana alam di Aceh. Fokus utama penugasan kali ini adalah Aceh Tamiang,” ujar Irjen Pol Hadi Gunawan.

Kapolda NTB menegaskan, penugasan Brimob NTB bukan tanpa alasan. Selama ini, Brimob NTB dikenal aktif bergerak cepat dalam penanganan bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain di Indonesia.

“Kapolri tentu mengetahui bagaimana kinerja Brimob NTB yang sering turun langsung membantu masyarakat. Jiwa kemanusiaan itulah yang menjadi dasar penugasan ini,” jelasnya.

Dalam misi tersebut, personel Brimob akan mengemban berbagai tugas, mulai dari evakuasi korban, pendistribusian bantuan, hingga membantu pembangunan jembatan darurat apabila akses logistik terputus akibat bencana.

“Jika ada korban, mereka bantu evakuasi. Kalau ada kekurangan makanan, akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Bahkan jika jembatan putus, mereka siap membantu pembangunan jembatan darurat agar bantuan bisa masuk,” ungkap Irjen Hadi.

Terkait durasi penugasan, Kapolda NTB menyebut belum ada batas waktu pasti. Lamanya misi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Bisa satu minggu, bisa satu bulan. Semua tergantung situasi di lapangan. Kami menunggu perintah lanjutan dari pimpinan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa keberangkatan personel kali ini lebih mengandalkan kekuatan sumber daya manusia. Dukungan anggaran operasional telah lebih dulu disiapkan untuk menunjang pelaksanaan tugas di lokasi bencana.

“Mereka berangkat tanpa membawa logistik besar, fokus pada tenaga dan keahlian. Nanti akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, termasuk soal kesehatan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Justin Hubner Resmi Lamar Jennifer Coppen, “Future Mr & Mrs Hubner” Romantis Viral Jelang Tahun Baru

Kapolda NTB menekankan pentingnya pemetaan wilayah terdampak agar tidak ada warga yang terisolasi dan luput dari penanganan. Menurutnya, keterlambatan respons dapat berisiko besar bagi keselamatan masyarakat.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kelaparan, tidak tertangani saat sakit, atau terisolasi. Itu yang paling berbahaya,” tegasnya.

Ke depan, Polda NTB membuka peluang pengiriman personel tambahan apabila kondisi di Aceh masih membutuhkan dukungan lanjutan.

“Jika masih dibutuhkan, kami siap kirim personel tambahan. Yang terpenting masyarakat bisa tertolong dan proses pemulihan berjalan dengan baik,” pungkas Irjen Hadi Gunawan.

Editor : Marthadi
#polda ntb #Bantuan Bencana Aceh #Bencana Aceh Tamiang #misi kemanusiaan Polri #Brimob NTB