Gedung ini diproyeksikan sebagai pusat inkubasi dan akselerasi UMKM di NTB untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Karena didalam gedung ini menyediakan fasilitas konsultasi bisnis, pendampingan teknis, hingga akses pembiayaan yang terpusat bagi para pelaku usaha.
Itu sebabnya peresmian ini merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi dan standardisasi mutu produk UKM.
Gubernur NTB dalam sambutannya menjelaskan telah dilakukan pergeseran anggaran untuk perbaikan PLUT ini sampai dengan hasil 100%.
“Kita melakukan pergeseran anggaran untuk perbaikan PLUT ini sampai dengan hasil 100%,” ungkap Gubernur NTB.
Gubernur menambahkan, keberadaan PLUT ini bukan hanya cita-cita, tapi realitas yang bermanfaat dan dirasakan oleh UMKM. Gedung ini nantinya akan menjadi tempat pelatihan dan peningkatan kapasitas dengan fasilitas yang telah disediakan.
"Tentu tantangannya ke depannya adalah bagaimana membuat semua orang memiliki akses ke PLUT ini," jelas Gubernur.
Karenanya ia mengingatkan jika Gedung PLUT-KUMKM ini bukan milik Dinas Koperasi, tapi ini milik rakyat, terutama ibu-ibu dan anak-anak muda.
Dilain sisi, Gubernur juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala Dinas Koperasi UKM atas apa yang telah diperbuat. Harapannya gedung yang sudah diresmikan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Gedung ini sudah diresmikan ini bisa memberikan perkembangan untuk pertumbuhan UMKM NTB,” harapnya.
Acara peresmian yang ditandai dengan pemukulan gendang blek dan pemotongan pita dan dirangkaikan dengan pemberian bantuan kepada UMKM.
Hadir dalam acara peresmian Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Ibu Sinta M. Iqbal serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Editor : Siti Aeny Maryam