LombokPost - 10 kandidat calon Sekda NTB, telah melalui tahapan presentasi dan wawancara mendalam yang berlangsung di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, pada Selasa lalu (30/12/2025).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan tidak mempersoalkan calon Sekda definitif NTB, berasal dari daerah mana. Menurutnya, faktor terpenting dari tugas Sekda, adalah kemampuan dan kapasitasnya dalam mendampingi kepala daerah, serta menjalankan roda pemerintahan daerah secara efektif.
Ia juga menekankan Sekda yang ideal adalah sosok yang mampu bekerja sama dengan baik, memiliki kapasitas manajerial yang kuat, serta dapat menciptakan kenyamanan dalam koordinasi pemerintahan.
“Tidak penting dari mana, pokoknya yang paling nyaman bekerja dengan gubernur dan yang menata kelolakan pemerintahan daerah, itu yang penting,” tegasnya.
Ketua Tim Pansel Sekda NTB Prof Riduan Mas’ud menegaskan seluruh proses dan tahapan seleksi, telah berjalan sesuai agenda yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, jadwalnya pun sesuai dengan rencana yang sebelumnya sudah dirancang dengan baik,” kata dia.
Tahapan yang dilakukan oleh tim pansel, terhadap kandidat calon Sekda NTB, meliputi pendalaman ide dan gagasan yang dituangkan para peserta dalam makalah, serta wawancara intensif.
Ini untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana pemahaman setiap kandidat, dalam membantu kepala daerah mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia, dan kemampuan strategis serta integritas dari masing-masing kandidat.
Dirinya memastikan seluruh rangkaian seleksi, berjalan secara akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun. Bahkan kata Riduan, tim Pansel Sekda NTB, terdiri dari berbagai unsur, termasuk pejabat dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) berjumlah lima orang.
“Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjaga integritas dan tidak memihak siapa pun. Fokus utama adalah menilai individu yang berintegritas, berkapasitas, serta memiliki visi yang sejalan dengan gubernur demi membawa kemajuan ke depan,” jelasnya.
Dalam menjaga transparansi dan objektivitas, penilaian calon Sekda NTB tidak hanya dilakukan oleh tim Pansel. Badan Kepegawaian Negara (BKN) turut dilibatkan secara penuh, khususnya melakukan penilaian potensi, kompetensi manajerial, dan sosial kultural dari masing-masing kandidat.
Dengan komposisi tersebut, ia menilai ruang intervensi praktis tertutup. Penilaian dilakukan secara objektif dan profesional, tanpa keberpihakan kepada siapa pun, harus dilakukan mengingat jabatan sekda, memiliki peran strategis dalam roda pemerintahan daerah.
Karena tantangan ke depan tidak ringan, karenanya tim pansel mencari sosok yang tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga lincah dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan penyusutan anggaran fiskal akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Selain itu, perkembangan global dan modernisasi teknologi juga menjadi perhatian serius dalam proses seleksi. Calon sekda dituntut memiliki wawasan luas, kemampuan adaptasi terhadap digitalisasi, serta jaringan yang kuat di tingkat nasional.
Kemampuan membangun komunikasi yang efektif dengan gubernur, wakil gubernur, DPRD, dan pemerintah pusat dinilai sebagai faktor krusial, dalam menghadapi dinamika pemerintahan ke depan.
“Sehingga wawasan luas, jaringan yang kuat, integritas tinggi, serta komitmen terhadap kemajuan daerah, menjadi aspek utama yang kemarin benar-benar kami dalami di proses seleksi sekda ini,” tegas pria kelahiran 10 November 1971 tersebut.
Riduan menuturkan, seluruh hasil penilaian dari tim pansel nantinya akan dipadukan dengan hasil assessment dari BKN. Setelah skor BKN diterima, tim pansel akan menggelar pertemuan, untuk membahas hasil akhir.
“Kami telah merencanakan untuk melakukan pertemuan setelah menerima skor akhir dari BKN. Rencananya, kami akan berdiskusi bersama pihak Kemendagri, Kemensetneg serta tim lainnya,” kata dia.
Riduan memprediksi hasil evaluasi gabungan akan keluar pada pekan kedua Januari. Meski melibatkan banyak institusi yang membuat tanggal pasti sulit ditentukan, namun ia optimistis proses ini segera rampung.
“Semua pihak tentunya berharap proses ini bisa segera selesai agar posisi Sekda definitif segera terisi,” tandasnya.
Kepala BKD NTB Tri Budiprayitno, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menunggu satu komponen nilai penting, yaitu hasil Computer Assisted Test (CAT) dari tim Assessment Center BKN.
Tri menjelaskan metode yang digunakan oleh BKN adalah Assessment Center Level 5, yang merupakan standar tertinggi dalam proses seleksi jabatan pimpinan tinggi.
Hasil dari BKN bersifat teknis dan sangat objektif, sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun. “Setelah hasil itu kami terima, nilai CAT akan dikombinasikan dengan nilai rekam jejak, hasil makalah, dan wawancara dari Pansel," ujar Tri.
Setelah seluruh data terkumpul, Ketua Pansel akan memimpin rapat kompilasi untuk menyusun peringkat peserta. Dari sana, akan muncul daftar peringkat 1 hingga 10 yang kemudian dilaporkan kepada Gubernur Iqbal.
Terkait alur penetapan nama Sekda NTB berstatus definitif, Tri mengatakan Gubernur Iqbal akan meninjau hasil tersebut untuk kemudian mengerucutkan menjadi tiga nama terbaik.
Tiga nama inilah yang akan diajukan kembali ke BKN untuk mendapatkan rekomendasi resmi, sebelum diteruskan ke Kemendagri. Karena pengangkatan Sekda definitif memerlukan tanda tangan Presiden Prabowo Subianto, maka dokumen tersebut nantinya akan disampaikan ke Sekretariat Kabinet (Setkab) setelah melalui Kemendagri.
“Kami berharap seluruh rangkaian proses ini tanpa hambatan, sehingga pada pertengahan bulan ini, kita sudah ada informasi mengenai siapa yang akan menjadi Sekda definitif di NTB,” jelasnya.
Editor : Kimda Farida