Acara ini digelar sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak November 2025.
Kegiatan yang dipusatkan di Plaza The Mandalika, Kuta Beach Park, Rabu (31/12/2025) malam ini, merupakan bagian dari inisiatif nasional bertajuk "Cahaya Untuk Indonesia".
Program tersebut mengajak masyarakat untuk memaknai malam pergantian tahun secara reflektif di tengah duka nasional yang melanda Pulau Sumatera.
Acara dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit sebagai penghormatan bagi para korban.
Baca Juga: ITDC Sebut Tak Ada Perayaan Spektakuler Malam Tahun Baru di Tiga Kawasan
Setelah itu, rangkaian doa dipimpin oleh perwakilan dari enam tokoh agama. Kehadiran para tokoh agama ini sekaligus menjadi simbol toleransi dan kebersamaan bangsa Indonesia dalam menghadapi ujian bencana.
General Manager The Mandalika PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), Agus Setiawan, menegaskan bahwa pariwisata memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat.
“Pergantian tahun ini kami maknai sebagai momentum untuk meneguhkan empati dan kepedulian. Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga tentang rasa kemanusiaan dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera,” ungkap Agus Setiawan.
Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, juga menekankan pentingnya keterhubungan antarwilayah meskipun dipisahkan secara geografis.
Melalui kegiatan ini, kawasan Mandalika diharapkan menjadi titik penyatu harapan bagi pemulihan ekonomi dan sosial di Sumatera.
“Di malam terakhir tahun 2025 ini, kami ingin The Mandalika menjadi tempat untuk menyatukan doa dan harapan bagi saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam keheningan doa, kita diingatkan bahwa sebagai bangsa, kita saling terhubung dan memiliki tanggung jawab untuk saling menguatkan,” tutur Priandhi.
Penyelenggaraan doa bersama ini merupakan tindak lanjut dari arahan InJourney Group untuk menghadirkan perayaan akhir tahun yang lebih peka terhadap situasi nasional.
Baca Juga: Libur Nataru, ITDC Siapkan Lima Pos Pengamanan
Selain aspek seremonial, ITDC dan InJourney Group menyatakan komitmen berkelanjutan dalam penyaluran bantuan dan donasi bagi warga terdampak.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lombok Tengah, tokoh masyarakat, pemangku kepentingan kawasan, serta aparat keamanan. Seluruh peserta hadir mengenakan pakaian nasional guna mencerminkan semangat gotong royong dan optimisme menyongsong tahun 2026.
Melalui momentum "Cahaya Untuk Indonesia", ITDC dan MGPA berharap proses pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal di tahun yang baru.
Editor : Redaksi Lombok Post