Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispar Ekraf NTB Targetkan 2,55 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2026

Yuyun Kutari • Senin, 12 Januari 2026 | 16:14 WIB
BUDAYA: Atraksi budaya Perang Topat yang digelar masyarakat Lombok Baratm menjadi simbol kerukunan umat beragama sekaligus daya tarik wisata budaya di NTB.
BUDAYA: Atraksi budaya Perang Topat yang digelar masyarakat Lombok Baratm menjadi simbol kerukunan umat beragama sekaligus daya tarik wisata budaya di NTB.

LombokPost - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispar Ekraf) NTB menargetkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, di angka 2,55 juta orang pada tahun 2026.

Target tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan disusun berdasarkan berbagai indikator yang terukur.

Kepala Dispar Ekraf NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan penetapan angka tersebut didasarkan pada evaluasi tren kunjungan wisata dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dampak pemulihan pariwisata pascapandemi Covid-19.

“Target ini bukan angka yang muncul begitu saja. Ada indikator yang kami gunakan, mulai dari program-program nasional yang berdampak ke NTB, hingga tren kunjungan wisatawan yang terus kami pantau dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan yang cukup positif setelah pandemi. Kenaikan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam proyeksi kunjungan wisata hingga 2026.

Kendati demikian, peningkatan jumlah kunjungan harus diimbangi dengan kesiapan destinasi wisata.

Menurutnya, pengembangan destinasi dan atraksi wisata menjadi fokus utama Dispar Ekraf NTB agar wisatawan tidak hanya datang, tetapi juga merasa nyaman.

“Tidak kalah penting adalah kesiapan destinasi. Ini menyangkut pengembangan destinasi dan atraksi wisata, karena itu yang menjadi daya tarik utama wisatawan,” jelasnya.

Di sisi lain, persoalan kesiapan destinasi, juga sempat terlihat ketika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan melalui kapal pesiar.

Banyaknya wisatawan yang datang belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan akomodasi.

Kondisi tersebut, menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah (pemda), untuk membangun ekosistem pariwisata yang lebih matang dan terintegrasi.

Ia menargetkan, pada 2026 NTB sudah jauh lebih siap dalam menghadapi kunjungan besar, termasuk dari kapal pesiar.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ke depan, kita harus lebih siap menghadapi kunjungan besar, terutama dari kapal pesiar, dan juga memastikan pintu-pintu masuk lainnya bisa dikelola dengan lebih baik,” katanya.

Selain kesiapan infrastruktur, Dispar Ekraf NTB juga menaruh perhatian pada pengembangan atraksi wisata.

Menurutnya, memiliki potensi wisata yang sangat beragam, namun perlu dikemas secara lebih terstruktur.

“Potensi atraksi wisata kita sangat banyak,” ujarnya.

Tantangannya, bagaimana mengelaborasi dan mengharmonisasikannya menjadi berbagai macam paket wisata yang menarik, sehingga wisatawan bisa menikmatinya.

Meski belum merinci pembagian jumlahnya, ia menegaskan peran wisatawan mancanegara cukup signifikan dalam menopang sektor pariwisata NTB.

Pengalaman di tahun 2025, wisatawan mancanegara berasal dari Malaysia, Australia, dan Jerman.

“Kalau melihat tren selama ini, kontribusi wisatawan mancanegara juga cukup besar terhadap total kunjungan,” pungkasnya.

Sekretaris Dispar Ekraf NTB Mulki menegaskan untuk mendatangkan wisatawan, Pemprov NTB kini tidak lagi mengejar jumlah event yang banyak, melainkan lebih mengutamakan dampak ekonomi dan kemampuan event dalam menarik peserta serta wisatawan mancanegara.

Editor : Kimda Farida
#wisatawan #kunjungan #Atraksi Wisata #Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) #sektor pariwisata #NTB #Pemprov NTB #Pariwisata