LombokPost - Deru mesin pesawat dari arah Australia, segera terdengar lebih akrab di langit Lombok. Pulau yang dikenal dengan pantai dan pegunungannya itu bersiap menyambut kembali, jalur internasional yang diharapkan menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara, khususnya dari Negeri Kanguru.
Sebelumnya rute penerbangan Lombok – Australia bukan rute baru. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, rute ini pernah dilayani oleh maskapai JetStar.
Namun kini, maskapai TransNusa memastikan rencana pembukaan penerbangan internasional langsung dari Lombok ke Darwin serta Lombok ke Perth, Australia dan sebaliknya akan hadir dalam waktu dekat.
Direktur Utama TransNusa Bayu Sutanto mengatakan rencana tersebut telah disampaikan, dalam pertemuannya dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Jumat (9/1).
Menurut Bayu, TransNusa memang tengah menyiapkan Lombok sebagai salah satu basis baru penerbangan internasional, selain Jakarta, Bali, dan Manado.
“Kami dari TransNusa memang punya rencana membuat penerbangan dengan base dari Lombok. Fokus kami saat ini adalah penerbangan internasional yang mendatangkan wisatawan mancanegara,” jelasnya.
Rute Lombok ke Darwin dan sebaliknya, menjadi langkah awal yang akan segera direalisasikan. Penerbangan ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Februari atau awal Maret.
Berikutnya, rute Lombok ke Perth dan sebaliknya, ditargetkan mulai beroperasi pertengahan tahun ini seiring dengan penambahan armada. Bayu mengaku pihaknya saat ini terus memproses perizinan terkait penerbangan ke pemerintah Australia.
Untuk melayani rute tersebut, TransNusa akan menggunakan pesawat Comac C909 berkapasitas 95 penumpang. Pada tahap awal, penerbangan Lombok–Darwin direncanakan beroperasi empat kali dalam sepekan. Frekuensi ini akan ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan dengan permintaan pasar.
“Kalau demand-nya tinggi, biasanya bisa jadi setiap hari. Bahkan bisa ditambah dua sampai tiga kali seperti rute Denpasar–Perth yang sekarang sudah tiga kali,” kata Bayu.
Menjawab kekhawatiran soal potensi kursi kosong pada penerbangan balik dari Lombok ke Australia, Bayu menjelaskan strategi harga tiket dan kerja sama dengan agen perjalanan menjadi kunci.
Menurutnya, wisatawan Australia umumnya datang dalam grup dan memiliki durasi liburan yang relatif singkat, berkisar beberapa hari hingga satu pekan. “Kalau dengan grup, orangnya sama balik lagi. Jadi tidak kosong,” ujarnya.
Bayu menilai kondisi Bali yang semakin padat membuat Lombok menjadi alternatif destinasi yang menarik bagi wisatawan Australia. “Dengan Bali yang sudah crowded, wisatawan ingin melihat Lombok yang paling dekat. Karena itu frekuensi penerbangan ke Lombok akan terus kami tambah,” katanya.
Dengan hadirnya rute-rute internasional baru ini, Lombok diharapkan semakin menguatkan posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan timur Indonesia, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi NTB.
Sementara itu, pihak Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menyambut positif pembukaan rute penerbangan internasional Lombok – Darwin dan Lombok - Perth Australia sebagai bagian dari penguatan konektivitas pariwisata di NTB.
General Manager Bandara Lombok Aidhil Philip Julian menyebut langkah tersebut sebagai momentum penting untuk menjadikan Lombok sebagai destinasi utama, bukan sekadar daerah limpahan wisata.
Aidhil mengatakan, dukungan Pemprov NTB dalam membangun pariwisata sangat terasa, terutama melalui pendekatan mikro manajemen yang berdampak langsung pada keberlanjutan rute penerbangan internasional.
“Semangat Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun destinasi itu nyata dan kami rasakan langsung di sektor kebandarudaraan. Bandara melihat dirinya sebagai bagian dari industri pariwisata,” terang dia.
Menurutnya, pasar Australia merupakan salah satu pasar potensial bagi Lombok. Skema penerbangan jarak menengah dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam dinilai sangat ideal, terlebih dengan pola rotasi penerbangan yang terhubung dengan Bali.
InJourney Airports juga tengah mengembangkan konsep destination to destination untuk memperkuat daya tarik Lombok di mata wisatawan mancanegara.
Saat ini, BIZAM melayani sembilan rute domestik dan dua rute internasional reguler. Pembukaan rute Lombok menuju dua kota di Australia tersebut, dinilai sebagai langkah awal yang menantang dalam industri aviasi, namun sangat krusial untuk pertumbuhan pariwisata daerah.
“Dalam industri aviasi, yang paling berat memang di tahap awal. Karena itu kami sangat bersyukur maskapai seperti TransNusa berani mengawali kembali rute yang sebelumnya sempat terbuka, seperti yang dulu dilakukan Jetstar,” jelas Aidhil.
Ia berharap, dengan dukungan promosi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata, agar berkelanjutan dan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
Editor : Marthadi