Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Pagesangan Sekeluarga Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram

Hamdani Wathoni • Jumat, 16 Januari 2026 | 22:07 WIB
Sekeluarga asal Pagesangan Kota Mataram mengucap dua kalimat syahadat dibimbing TGB M Zainul Majdi di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Jumat (16/1).
Sekeluarga asal Pagesangan Kota Mataram mengucap dua kalimat syahadat dibimbing TGB M Zainul Majdi di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Jumat (16/1).

LombokPost – Hidayah datang kepada siapa saja dan kapan saja. Satu keluarga asal Pagesangan, Kota Mataram, resmi memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Jumat (16/1).

Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru. Keluarga yang menyatakan diri masuk Islam itu adalah Ida Made Arka bersama istrinya Made Eni Wulandari serta dua orang anak mereka, I Ketut Putra Triwijayanto dan I Putu Chandra Wijaya.

Keputusan menjadi mualaf diambil secara sadar dan tanpa paksaan dari pihak mana pun. Kepala keluarga, Ida Made Arka, mengungkapkan bahwa pilihannya memeluk Islam berangkat dari pencarian ketenangan batin. Menurutnya, Islam memberikan kedamaian yang selama ini ia cari dalam kehidupan.

“Saya memilih masuk Islam karena mendapatkan kedamaian dalam agama ini. Alhamdulillah, keluarga juga semuanya mendukung,” ujar Ida Made Arka usai prosesi syahadat kepada Lombok Post.

Sementara itu, sang istri, Made Eni Wulandari, mengisahkan keinginan untuk memeluk Islam justru paling kuat datang dari putra sulung mereka, I Ketut Putra Triwijayanto, yang saat ini masih duduk di bangku SMA. Sejak lama, anaknya tersebut menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap Islam.

“Anak saya dari dulu sangat ingin masuk Islam. Dia sering ingin ke masjid meskipun masih nonmuslim. Bahkan sejak gempa Lombok 2018, dia sudah menyampaikan keinginannya untuk menjadi muslim. Alhamdulillah, sekarang bisa terwujud,” tuturnya dengan rasa syukur.

Keluarga ini mengaku merasakan ketenangan dan kenyamanan batin setelah resmi memeluk Islam. Mereka meyakini bahwa jalan yang ditempuh merupakan bagian dari takdir dan petunjuk Allah SWT.

Pendamping keluarga mualaf tersebut, Lalu Winengan menjelaskan kronologi proses masuk Islamnya Ida Made Arka sekeluarga. Ia mengatakan, keluarga tersebut pertama kali menemuinya pada Minggu (11/1) dan menyampaikan niat untuk memeluk Islam.

“Karena menunggu hari Jumat terasa terlalu lama, saya khawatir tidak sampai hari itu. Akhirnya sebagai langkah awal, saya bersama Ketua MUI NTB membimbing mereka lebih dulu masuk Islam di kediaman saya di Udayana,” jelas Winengan.

Setelah proses awal tersebut, Winengan juga mendampingi Ida Made Arka menjalani prosesi khitan di RSUD Tripat. Usai semua tahapan awal dilalui, barulah prosesi penyempurnaan pengucapan syahadat dilaksanakan secara terbuka di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB.

“Alhamdulillah, di Islamic Center kami juga bertemu langsung dengan TGB yang kemudian menjadi pembimbing,” imbuh Winengan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat.

Dalam kesempatan itu, Tuan Guru Bajang (TGB) M Zainul Majdi memastikan bahwa proses masuk Islam keluarga tersebut berlangsung atas dasar kesadaran penuh, tanpa adanya tekanan atau paksaan.

TGB juga berpesan agar Ida Made Arka sekeluarga tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga besar yang belum memeluk Islam. “Lanjutkan semua kebaikan yang sudah ada sebelumnya. Islam tidak menutup ruang kebaikan, justru menyempurnakannya,” pesan TGB yang merupakan mantan Gubernur NTB dua periode tersebut.

Sebagai muslim baru, TGB juga mengingatkan kewajiban dasar dalam Islam seperti menunaikan salat lima waktu, membayar zakat, serta menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Editor : Marthadi
#Pagesangan #TGB #Mualaf #Lombok