LombokPost – Kota Mataram tengah dilanda demam olahraga baru. Jika Anda berkunjung ke atap (rooftop) Mataram Mall belakangan ini, suasana sepi area parkir telah berganti dengan keriuhan suara pantulan bola dan tawa di atas lapangan biru yang elegan. Itulah Padel, cabang olahraga kombinasi tenis dan skuas yang kini menjadi primadona baru warga Lombok.
Olahraga asal Meksiko ini bukan sekadar tren sesaat di media sosial. Bagi banyak orang, Padel telah bertransformasi menjadi gaya hidup sehat yang "adiktif".
Selebgram asal Mataram, Maya Agustin, menjadi salah satu sosok yang terhipnotis oleh daya tarik Padel. Aktif di tenis dan pilates tak menghalanginya untuk jatuh cinta pada Padel sejak pertama kali mencoba pada November tahun lalu.
"Awalnya coba-coba pas opening di Mataram Mall. Eh, ternyata malah keterusan sampai sekarang, kayak kecanduan," ungkap Maya, Selasa (13/1).
Menurut Maya, ada beberapa alasan mengapa Padel sangat diminati:
* Teknik yang Ramah Pemula: Berbeda dengan tenis yang butuh ayunan kuat, Padel lebih mengandalkan trik dan sentuhan pergelangan tangan (ankle).
* Permainan Dinding Kaca: Keunikan utama Padel adalah dinding kaca yang mengelilingi lapangan. Bola yang memantul dari kaca tetap boleh dipukul, menciptakan sensasi permainan yang unik dan bikin penasaran.
* Pembakar Kalori Efektif: Meski terlihat santai, bermain Padel selama 15-20 menit sudah cukup untuk membuat tubuh basah kuyup. Satu sesi permainan diklaim mampu membakar 500 hingga 600 kalori.
Selain faktor kesehatan, sisi sosial menjadi motor penggerak populernya Padel di Mataram. Lapangan yang lebih kecil memungkinkan komunikasi antar pemain lebih intens.
"Sering banget kita 'mabar'. Datang sendiri atau berdua pun bisa langsung gabung dengan grup lain. Jadi nambah teman baru," tambah Maya yang rutin bermain 3-4 kali seminggu ini.
Meski pun sering dianggap eksklusif, biaya bermain Padel di Mataram sebenarnya cukup fleksibel karena bisa dinikmati dengan sistem patungan bersama teman. Untuk sewa lapangan, tarifnya berkisar antara Rp 210.000 hingga Rp 300.000 per jam, yang jika dibagi untuk 10 orang hanya memakan biaya sekitar Rp 30.000 per orang. Pemula pun tidak perlu merogoh kocek dalam untuk membeli raket pribadi seharga Rp 4 jutaan, karena tersedia jasa sewa raket di lokasi seharga Rp 30.000, serta bola seharga Rp 90.000 per kaleng, sehingga olahraga ini tetap ramah di kantong.
"Kalau datang bersepuluh, patungannya cuma Rp 30 ribuan per orang. Jadi sebenarnya fleksibel, nggak harus mahal," jelasnya.
Tips bagi Pemula yang Ingin Mencoba Padel
Bagi warga Mataram yang tertarik menjajal olahraga "candu" ini, berikut adalah tips dari Maya Agustin:
* Gunakan Aplikasi Booking: Mengingat peminat yang membludak, pastikan memesan jadwal melalui aplikasi khusus karena waiting list seringkali penuh.
* Lokasi Lapangan: Saat ini tersedia di dua titik utama: Rooftop Mataram Mall dan Kawasan Rembiga (depan Same Hotel).
* Gunakan Jasa Coach: Untuk pemula tanpa dasar olahraga raket, disarankan mengambil 1-2 kali sesi pelatihan (coaching) agar paham teknik pantulan kaca dan cara memegang raket yang benar.
Fenomena Padel ini menjadi sinyal positif bagi gaya hidup sehat di Kota Mataram. Olahraga kini tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan aktivitas menyenangkan yang penuh interaksi sosial.
Editor : Prihadi Zoldic