Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Didampingi RS Mutiara Sukma, Pasien Skizofrenia Bangkit dan Kembali Produktif

Yuyun Kutari • Senin, 19 Januari 2026 | 22:33 WIB
Di balik gerobak sederhana, Suherman menyimpan semangat besar untuk terus berjuang mencari nafkah.
Di balik gerobak sederhana, Suherman menyimpan semangat besar untuk terus berjuang mencari nafkah.

LombokPost - Seorang pasien skizofrenia Rumah Sakit (RS) Mutiara Sukma, Suherman, menunjukkan proses pemulihan yang berdampak pada kemandirian dan produktivitas hidup.

Pasien yang menjalani perawatan intensif sejak era 1990-an tersebut kini mampu bangkit dan kembali menata kehidupannya melalui usaha mandiri yang dirintis secara bertahap.

Direktur RS Mutiara Sukma dr Wiwin Nurhasida menyampaikan pemulihan pasien gangguan jiwa tidak hanya berfokus pada stabilisasi kondisi medis, tetapi juga pada rehabilitasi psikososial yang berkesinambungan. 

Menurutnya, pendekatan holistik diperlukan agar pasien dapat kembali berfungsi secara sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. “Proses pemulihan pasien skizofrenia tidak cukup hanya dengan pengobatan. Pasien juga perlu dibekali keterampilan, didampingi, serta diberi ruang untuk kembali produktif sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata dr Wiwin.

Selama menjalani perawatan di RS Mutiara Sukma, Suherman mengikuti berbagai program terapi kerja sebagai bagian dari rehabilitasi psikososial.

Terapi tersebut meliputi kegiatan membuat kerajinan tangan, memproduksi telur asin, berkebun, serta aktivitas produktif lainnya yang dirancang untuk melatih keterampilan, disiplin, dan rasa percaya diri pasien.

Berkat pendampingan tenaga kesehatan dan terapi yang dijalani secara konsisten, Suherman mulai mengembangkan keterampilannya menjadi sumber penghidupan.

Sejak 2018, ia memulai usaha berjualan secara keliling di lingkungan rumah sakit sambil tetap menjalani pengobatan rawat jalan. Upaya kemandirian tersebut mendapat dukungan dari manajemen RS Mutiara Sukma.

Pada 2022, rumah sakit memberikan bantuan berupa gerobak usaha sebagai bentuk dukungan terhadap pasien yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan dan kemandirian ekonomi.

Meski kini telah berusia lebih dari 50 tahun, Suherman tetap bekerja dengan penuh semangat demi memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menafkahi istri dan menyekolahkan anaknya. 

Ketekunan dan kerja kerasnya menjadi bukti bahwa pasien skizofrenia memiliki potensi untuk kembali berdaya apabila mendapat penanganan dan dukungan yang tepat.

Dirinya menambahkan bahwa kisah Suherman diharapkan dapat mengurangi stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya dukungan lingkungan dalam proses pemulihan.

“Pasien gangguan jiwa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk pulih, mandiri, dan berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.   

Pemulihan dan pemberdayaan pasien menjadi bagian penting dalam komitmen RS Mutiara Sukma untuk mendorong kemandirian serta kualitas hidup pasien gangguan jiwa secara berkelanjutan.

Editor : Redaksi Lombok Post
#kondisi medis #GANGGUAN JIWA #skizofrenia #aktivitas produktif #RS Mutiara Sukma #gerobak #rehabilitasi psikososial #pendekatan holistik #pasien #Displin