LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melakukan pendalaman langsung, terhadap tiga besar calon sekretaris daerah (sekda) NTB. Pendalaman dilakukan dengan memanggil masing-masing kandidat, Senin (19/1).
Kandidat pertama yang hadir adalah Ahsanul Khalik, yang saat ini menjabat kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB. Selanjutnya hadir Ahmad Saufi, asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Kandidat terakhir Abul Chair, kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur (Jatim).
Gubernur Iqbal menegaskan proses pendalaman tersebut merupakan prosedur yang wajar dalam tahapan seleksi. “Jadi, ini prosedur biasa saja,” tegasnya.
Pertemuan ini juga merupakan bentuk penghormatan kepada para kandidat yang telah berhasil masuk tiga besar, dari total sepuluh peserta seleksi. Selain itu, pendalaman tersebut juga dilakukan karena ingin mengetahui lebih jauh mengenai visi, dan cara berpikir mereka. “Karena ini akan menjadi mitra kerja terdekat saya nanti,” terang Iqbal.
Gubernur menyampaikan, sosok yang dibutuhkan adalah figur yang mampu membantu pembenahan tata kelola birokrasi. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2025-2029, pemerintah provinsi mengusung visi besar NTB Makmur Mendunia.
Visi ini berfokus pada pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan pariwisata berkualitas. Gubernur menekankan visi tersebut tidak hanya menargetkan kemakmuran, tetapi juga positioning NTB di level global.
Sehingga, diperlukan pembagian peran yang jelas di internal Pemprov NTB. “Sekda berperan penting dalam menjaga stabilitas dan membenahi tata kelola birokrasi di internal. Sementara kepala daerah lebih banyak turun ke lapangan dan membangun jejaring untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia,” jelasnya.
Terpisah, salah satu kandidat calon Sekda NTB Ahsanul Khalik mengungkapkan pertemuannya dengan Gubernur Iqbal lebih banyak membahas pendalaman. Misalnya terkait rekam jejak serta pandangan strategis dalam pemerintahan.
Khalik juga mengatakan audiensi tersebut menjadi ruang bagi gubernur untuk menggali pengalaman kerja. Juga gaya kepemimpinan, serta strategi memperkuat koordinasi dan kinerja pemerintahan daerah.
“Yang dibicarakan lebih pada pendalaman dan klarifikasi terkait pengalaman kerja saya, gaya kepemimpinan, serta strategi memperkuat koordinasi dan kinerja pemerintahan,” ujarnya.
Dia juga diminta menyampaikan pandangannya terkait penguatan pelayanan publik, hingga upaya menjaga stabilitas dan soliditas kerja lintas perangkat daerah. “Selebihnya tentu kita hormati kewenangan dan keputusan pimpinan,” pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji