Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perkuat Ketahanan dan Swasembada Pangan Daerah dengan Produksi Padi 2025 Capai 1.698.283 Ton GKG, Pemprov NTB Komitmen Dukung Program Nasional

Lombok Post Online • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:29 WIB

 

SWASEMBADA PANGAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wagub Indah Dhamayanti Putri saat mengikuti panen raya, Selasa (20/1).
SWASEMBADA PANGAN: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wagub Indah Dhamayanti Putri saat mengikuti panen raya, Selasa (20/1).
 

LombokPost - Pemprov NTB berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan daerah pada tahun 2026. Hal ini menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program nasional.

Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya mengembalikan kejayaan swasembada pangan seperti dekade 1980-an.

Swasembada pangan ini akan diwujudkan melalui penguatan produksi, perluasan areal tanam, serta peningkatan produktivitas pertanian di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di NTB.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik bersama Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Eva Dewiyani menyampaikan tren capaian yang sangat positif di Provinsi NTB.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi NTB pada tahun 2025 mencapai 1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah ini meningkat 16,85 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.453.408 ton GKG.

Peningkatan ini juga ditopang oleh naiknya luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025. Produktivitas padi juga meningkat dari 51,59 kuintal per hektare menjadi 52,59 kuintal per hektare.

Berdasarkan data per kabupaten/kota, capaian produksi padi tahun 2025 sesuai data KSA BPS Kabupaten Lombok Tengah dengan luas panen 78.639 Ha, produksi 421.941 ton GKG, produktivitas 53,66 kuintal per hektare.

Selanjutnya Kabupaten Sumbawa luas panen 74.736 Ha, produksi 398.864 ton GKG, produktivitas 53,37 kuintal per hektare; Lombok Timur luas panen 45.387 Ha, produksi 243.474 ton GKG, produktivitas 53,64 kuintal per hektare; dan Kabupaten Bima luas panen 42.845 Ha, produksi 208.018 ton GKG, produktivitas 48,55 kuintal per hektare.

Kabupaten Dompu luas panen 30.448 Ha, produksi 151.335 ton GKG, produktivitas 49,70 kuintal per hektare; Lombok Barat luas panen 25.488 Ha, produksi 135.678 ton GKG, produktivitas 53,23 kuintal per hektare; dan Sumbawa Barat luas panen 14.548 Ha, produksi 74.496 ton GKG, produktivitas 51,21 kuintal per hektare.

Kabupaten Lombok Utara luas panen 5.536 Ha, produksi 33.320 ton GKG, produktivitas 60,19 kuintal per hektare; Kota Mataram luas panen 2.736 Ha, produksi 17.727 ton GKG, produktivitas 64,78 kuintal per hektare; dan Kota Bima luas panen 2.564 Ha, produksi 13.431 ton GKG, produktivitas 52,39 kuintal per hektare.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Khalik mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja kolektif semua pihak dalam membangun sektor pertanian. Sekaligus menjadi fondasi optimisme menuju penguatan swasembada pangan NTB tahun 2026.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari program-program pro-rakyat. Antara lain optimasi lahan tahun 2025 di NTB yang dialokasikan seluas 10.574 hektare. Penggunaan benih unggul bermutu bersertifikat; alokasi pupuk subsidi sesuai RDKK, penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani menjadi Rp 6.500 per kg untuk gabah kering panen; serta penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov NTB, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, instansi teknis, stakeholder, dan petani.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Eva Dewiyani mengatakan, memasuki tahun 2026, Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus melakukan penguatan untuk menggerakkan seluruh potensi daerah. Baik melalui optimalisasi lahan maupun program strategis lainnya.

Hal ini sebagai bentuk ikhtiar NTB dalam menyelaraskan program swasembada pangan pemerintah pusat di daerah. “NTB optimistis dapat terus menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan, sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan cita-cita nasional menuju kebangkitan swasembada pangan Indonesia,” katanya.

Produksi Padi NTB 2025

(Berdasarkan KSA BPS)

Lombok Tengah

Luas panen: 78.639 Ha

Produksi: 421.941 ton GKG

Produktivitas: 53,66 Kuintal/Ha

Sumbawa

Luas panen: 74.736 Ha

Produksi: 398.864 ton GKG

Produktivitas: 53,37 Kuintal/Ha

Lombok Timur

Luas panen: 45.387 Ha

Produksi: 243.474 ton GKG

Produktivitas: 53,64 Kuintal/Ha

Kabupaten Bima

Luas panen: 42.845 Ha

Produksi: 208.018 ton GKG

Produktivitas: 48,55 Kuintal/Ha

Dompu

Luas panen: 30.448 Ha

Produksi: 151.335 ton GKG

Produktivitas: 49,70 Kuintal/Ha

Lombok Barat

Luas panen: 25.488 Ha

Produksi: 135.678 ton GKG

Produktivitas: 53,23 Kuintal/Ha 

Sumbawa Barat

Luas panen: 14.548 Ha

Produksi: 74.496 ton GKG

Produktivitas: 51,21 Kuintal/Ha

Lombok Utara

Luas panen: 5.536 Ha

Produksi: 33.320 ton GKG

Produktivitas: 60,19 Kuintal/Ha

Kota Mataram

Luas panen: 2.736 Ha

Produksi: 17.727 ton GKG

Produktivitas: 64,78 Kuintal/Ha

Kota Bima

Luas panen: 2.564 Ha

Produksi: 13.431 ton GKG

Produktivitas: 52,39 Kuintal/Ha

(lil/kominfotikntb/r3)

Editor : Kimda Farida
#Ketahanan #Pertanian #pemprov #NTB #swasembada #Pangan