Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Ekstrem Melanda NTB, Syahbandar Terapkan Buka–Tutup Penyeberangan Kayangan–Poto Tano

Yuyun Kutari • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:52 WIB
Kapal penyebrangan di lintasan Pelabuhan Kayangan - Poto Tano.
Kapal penyebrangan di lintasan Pelabuhan Kayangan - Poto Tano.

LombokPost – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah NTB berdampak langsung pada kondisi perairan dan operasional penyeberangan di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.

Menyikapi kondisi tersebut, otoritas pelabuhan menerapkan sistem buka–tutup operasional, sebagai langkah antisipasi guna menjamin keselamatan pelayaran di lintasan Kayangan–Poto Tano. 

General Manager (GM) ASDP Cabang KayanganErlisetya Wahyudi menjelaskan sistem buka tutup diberlakukan secara situasional dan sepenuhnya menjadi kewenangan Syahbandar Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuhan Lombok, berdasarkan data dari BMKG.

“Kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, seperti angin kencang atau gelombang tinggi, Syahbandar akan menerapkan sistem buka–tutup. Jadi bukan ASDP yang memutuskan, melainkan Syahbandar berdasarkan rekomendasi BMKG,” jelas Erlisetya, Rabu (21/1).

Ia mencontohkan penutupan sementara sempat diberlakukan pada Selasa (20/1), ketika kecepatan angin di perairan Selat Alas mencapai 30 hingga 51 knot atau sekitar 55 sampai dengan 95 kilometer per jam.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pelayaran sehingga operasional pelabuhan ditutup sementara pada pukul 14.00 hingga 16.00 Wita. “Begitu cuaca mereda sekitar pukul 4 sore, pelabuhan langsung dibuka kembali dan pelayanan berjalan normal,” ujarnya. 

Erlisetya menambahkan, penghentian sementara operasional pelabuhan umumnya dilakukan dengan pertimbangan kondisi darurat dan keselamatan pelayaran (force majeure), terutama jika terdapat laporan BMKG terkait cuaca ekstrem seperti angin kencang dan gelombang tinggi. 

Hingga hari ini, kondisi di lintasan Kayangan – Poto Tano dilaporkan lancar meskipun cuaca terpantau mendung. Sebanyak 10 armada kapal disiagakan untuk melayani pengguna jasa dengan pola operasional 5 pasang kapal.

Terkait dampak penutupan singkat sebelumnya, Erlisetya mengakui sempat terjadi antrean kendaraan. Namun, antrean tersebut berhasil dikelola dengan baik dan tidak sampai meluap ke luar area pelabuhan.     

“Memang ada penumpukan, tapi masih di dalam area pelabuhan, tidak sampai keluar. Begitu dibuka kembali pukul 4 sore, antrean mulai berkurang signifikan sekitar pukul 9 malam karena kapal-kapal langsung beroperasi intensif,” bebernya.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak ASDP telah menyiapkan skenario jika cuaca buruk kembali memaksa pelabuhan ditutup sementara, di antaranya, perluasan kantong parkir di dalam area pelabuhan. Penyediaan ruang istirahat bagi penumpang yang tertunda keberangkatannya.

Dengan kondisi cuaca yang tak menentu, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif, sebelum melakukan perjalanan laut.

Mengingat faktor keselamatan adalah prioritas utama, masyarakat diminta untuk rutin memantau perkembangan cuaca terbaru melalui website atau kanal resmi BMKG.

“Kami mengimbau para penumpang untuk memperhatikan cuaca dan melakukan cek kondisi di BMKG, ini penting agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih selamat dan nyaman," pungkas Erlisetya.

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Satria Topan Primadi menjelaskan salah satu pemicu utama kondisi cuaca di NTB saat ini, adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau berada di barat daya Teluk Carpentaria, Australia.

Hal ini memengaruhi pola angin serta suplai massa udara basah ke wilayah NTB. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum mencapai 998 hPa dan bergerak ke arah barat. 

Selain itu, BMKG juga memantau adanya gangguan atmosfer lain yang turut berkontribusi, seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin yang terpantau aktif di wilayah NTB. 

Tak hanya itu, terdapat pula potensi pembentukan daerah bertekanan rendah (low pressure) di selatan NTB yang dapat menyebabkan pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah tersebut.

“Kondisi ini mengakibatkan kelembapan udara cenderung basah di berbagai lapisan atmosfer serta meningkatkan labilitas atmosfer yang mendukung proses konvektif skala lokal,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah NTB.

BMKG ZAM mengingatkan agar masyarakat dan pihak terkait tetap waspada terhadap kemungkinan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi.

Editor : Redaksi Lombok Post
#bibit siklon #keselamatan pelayaran #asdp #angin kencang #bmkg #syahbandar #potensi hujan #perjalanan laut #Madden Julian Oscillation #pelabuhan #Kayangan #Poto Tano #cuaca #Selat Alas #Cuaca Ekstrem