Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kreasi Lokal Tembus ke Pasar Global, Inilah Perjalanan Inspiratif Baiq Andrea Asal Lombok Tengah

Yuyun Kutari • Jumat, 23 Januari 2026 | 07:00 WIB
Baiq Andrea, pendiri Baiq Local Corner saat ditemui di kediamannya di Beleka, Praya Timur, Lombok Tengah, Kamis (22/1).
Baiq Andrea, pendiri Baiq Local Corner saat ditemui di kediamannya di Beleka, Praya Timur, Lombok Tengah, Kamis (22/1).

 LombokPost-Pandemi Covid-19 bukan hanya mengubah cara hidup banyak orang, tetapi juga membuka jalan baru bagi sebagian orang untuk berinovasi.

Baiq Andrea, pendiri Baiq Local Corner, adalah salah satunya. Sebelumnya, ia bekerja sebagai kru kapal pesiar. Rutinitasnya selalu sama, bekerja di kapal selama enam hingga delapan bulan, kemudian pulang untuk libur sekitar dua bulan sebelum kembali berlayar.

Namun, awal 2020 di saat merebaknya pandemi Covid-19, membawa perubahan drastis. Jumlah penumpang menurun, perusahaan mengurangi kru, dan Andrea termasuk yang terdampak dan memutuskan pulang ke Labuhan Bajo.   

Di sana, Andrea menghadapi kenyataan yang tak kalah sulit, semua orang diminta tinggal di rumah, banyak pekerja dirumahkan atau terkena PHK. Ibunya, yang berprofesi sebagai penjahit, kehilangan banyak pesanan karena sekolah diliburkan dan acara seremonial ditiadakan.

“Pokoknya untuk acara-acara yang biasanya orang-orang datang jahit ke ibu, buat pesta atau buat acara-acara itu sudah tidak ada lagi,” terangnya, saat ditemui di kediamannya di Beleka, Praya Timur, Lombok Tengah, Kamis (22/1).

Di saat yang sama, kebutuhan akan masker medis mulai langka. Dari kegelisahan itu, muncul ide sederhana, membuat masker kain dari sisa kain perca milik ibunya. 

Satu masker dijahit, dipakai, dan diposting di sosial media Facebook dengan swafoto sederhana. Respons yang diterima tak disangka, kolom komentar dipenuhi permintaan, bahkan dari orang yang sama sekali tak dikenal.

Dorongan itu membuatnya mulai memproduksi masker lebih banyak, memanfaatkan tiga mesin jahit yang tersedia. Masker dijual seharga Rp 5.000 per buah, dan permintaan terus meningkat hingga memerlukan tenaga tambahan. 

“Kebetulan itu ada stok-stok perca yang karung-karungan gitu kan. Udah dibongkar semua karung, keluarin semua perca yang ada,” ujarnya.

Awalnya masker hanya solusi sementara. Namun, Andrea menyadari masker bisa lebih dari sekadar alat kesehatan, ia bisa menjadi bagian dari fesyen.

Desain masker pun berkembang, dengan strap, hiasan, dan motif menarik. Permintaan datang tidak hanya dari Labuan Bajo, tetapi juga dari Kupang, Lombok, hingga Surabaya. 

Pada 2020, Andrea memutuskan menjual produknya melalui platform Shopee agar lebih efisien. Produk pertama tetap masker yang kemudian berevolusi menjadi aksesori fesyen berbahan kain tenun NTT.

“Akhirnya aku coba bikin model lain dari masker. Oleh itu ditambahin strap masknya, ditambahin hiasan kayak gitu-gitu kan di maskernya dan akhirnya mulai jual di Facebook," kata dia.

Namun kendalanya, penjualan terasa lambat karena ongkos kirim dari NTT ke konsumennya dari Pulau Jawa lumayan tinggi. Perubahan signifikan terjadi pada 2021 ketika Andrea pindah ke Lombok, NTB.

Ongkos kirim lebih terjangkau, pesanan mulai ramai, dan produksi berkembang dari masker menjadi berbagai aksesoris. Hambatan dalam membangun bisnis rupanya tidak berhenti, setibanya di Lombok.

Menyadari keterbatasan variasi kain tenun NTT, Andrea mulai mengeksplorasi bahan baku lain yang melimpah di sekitarnya. Ia mulai memanfaatkan anyaman keta atau rumput liar, kerang, hingga mutiara yang ia cari langsung di pesisir pantai Kuta, Mandalika, atau diperoleh dari UKM lokal. 

Produknya kini berkembang menjadi ratusan jenis aksesori handmade. Mulai dari gantungan kunci tenun, anting tenun, boho earring tenun, anklet atau gelang kaki, kalung kerang atau shell necklace, set kalung etnik, rattan coaster placemat, keranjang sampah atau rattan basket, napkin ring rattan, hingga hiasan berbahan rotan lainnya.

Untuk memenuhi permintaan yang terus meroket, ia memberdayakan tenaga kerja lokal. “Awalnya produk dibuat mandiri. Namun, seiring meningkatnya permintaan, saya kerap melibatkan ibu-ibu di lingkungan sekitar, ada pelajar serta mahasiswa,” jelasnya.

Kunci sukses perluasan pasar Baiq Local Corner terletak pada keberaniannya merambah ranah digital. Meski lokasi produksinya berada di Beleke, Andrea menjadikan Shopee sebagai tulang punggung bisnisnya sejak tahun 2020.

Platform ini terbukti efektif mengatasi kendala logistik dan mempertemukan produknya dengan pembeli di kota-kota besar. Kejutan sesungguhnya datang saat usahanya bergabung dengan Program Ekspor Shopee.

Melalui program ini, produk aksesori khas NTT dan NTB karya Andrea kini telah merambah pasar Asia Tenggara, mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Filipina.

“Penjualan daring membuka akses pasar yang jauh lebih luas, bahkan hingga luar negeri," ungkap Andrea. 

Salah satu keunggulan utama yang dirasakan Andrea adalah kemudahan dalam memperluas bisnis. Melalui Program Ekspor Shopee, ia bisa menjual produknya ke pembeli mancanegara tanpa dikenakan biaya apa pun dan tanpa prosedur ekspor yang rumit.

Semuanya terintegrasi dalam sistem platform, sehingga pelaku UMKM seperti dirinya hanya perlu fokus pada kualitas produksi.

Keberhasilan Baiq Local Corner tidak lepas dari strategi harga yang kompetitif namun tetap menguntungkan. Andrea mematok harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 25 ribu untuk aksesori kecil, sementara produk premium seperti tas ketak dijual pada kisaran Rp 60 ribu hingga Rp 300 ribu, semua produknya sudah memiliki konsumen tersendiri.   

Dengan volume pesanan yang seringkali mencapai 1.000 aksesori dalam satu waktu, Andrea mampu mencatatkan angka pertumbuhan yang impresif.

Dari penjualan produk kecil saja, omzet yang didapat bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Sedangkan untuk produk tas ketak, penghasilan bulanan berada di kisaran Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Editor : Redaksi Lombok Post
#UMKM #Lombok Tengah #shopee #masker medis #fesyen #Mandalika #Mancanegara #ntt #pasar #labuhan bajo #NTB #asia tenggara #Pandemi #facebook #Lombok