LombokPost - Badan Kepegawaian Negara (BKN) akhirnya menyetujui pelaksanaan seleksi terbuka untuk 13 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama lingkup Pemprov NTB.
“Alhamdulillah, sudah kami terima jawabannya,” Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Tri Budiprayitno, Senin (2/2).
Persetujuan tersebut sekaligus mencakup penggunaan dua tim panitia seleksi (pansel), agar lebih efektif untuk menjamin proses seleksi berjalan objektif dan fokus.
Adanya persetujuan BKN ini, menjadi dasar kuat bagi Pemprov NTB untuk segera melangkah ke tahapan berikutnya, yakni pengumuman pelaksanaan seleksi terbuka.
“Tinggal kami melaporkan ke pak Gubernur (Lalu Muhamad Iqbal, Red) terkait dengan waktu pengumuman seleksi terbuka,” ujar Tri.
Adapun jabatan yang akan diisi melalui seleksi terbuka tersebut meliputi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.
Selain itu, terdapat pula jabatan Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan, Wakil Direktur Umum dan Operasional, Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian, Wakil Direktur Pelayanan RSUD NTB, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, serta Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Setda NTB.
Ia menyampaikan rasa syukur atas lampu hijau yang diberikan BKN. Menurutnya, pembagian pansel menjadi dua tim bukan tanpa alasan.
Dengan jumlah jabatan yang diseleksi mencapai 13 posisi strategis, potensi jumlah pendaftar diperkirakan sangat besar. Karena itu, Pemprov NTB mengusulkan pembagian tim agar proses penilaian lebih maksimal.
Tri mencontohkan pengalaman seleksi terbuka sebelumnya, di mana jumlah pendaftar sangat tinggi meskipun jabatan yang dibuka lebih sedikit, padahal hanya enam jabatan strategis.
“Sebelumnya, untuk enam jabatan itu saja jumlah pendaftar sempat mencapai 67 orang. Setelah seleksi administrasi, tersisa 57 peserta,” tambahnya.
Terhadap kondisi sekarang, jika dikalkulasikan dengan asumsi minimal empat pendaftar per jabatan, maka 13 jabatan saja sudah berpotensi diikuti 52 orang.
Jumlah tersebut bisa jauh lebih besar bila satu jabatan diminati hingga 10 orang atau lebih.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama pengajuan dua tim pansel. “Kalau timnya hanya satu tim pansel, menurut saya menjadi kasihan, tidak fokus. Jadi kami mengusulkan menggunakan dua tim pansel, dan itu juga disetujui,” kata Tri.
Ia mengakui, usulan Pemprov NTB tergolong baru di BKN. Namun setelah penjelasan disampaikan BKD secara rinci, akhirnya BKN memberikan persetujuan dengan sejumlah catatan teknis.
BKN memiliki standar dan konfigurasi tertentu yang harus dipenuhi, termasuk pengaturan komposisi anggota pansel, ketika dibagi menjadi dua tim, seperti jumlah unsur akademisi, praktisi atau profesional, serta birokrat yang semuanya menjadi perhatian BKN.
“Jadi kita harus menata siapa di mana supaya sesuai dengan syarat-syarat yang direkomendasikan BKN,” jelasnya.
Terkait komposisi anggota pansel, Tri menyebut segera dilaporkan namun ia harus sabar menunggu sebab Gubernur Iqbal masih memiliki agenda, mengikuti rapat koordinasi nasional bersama Presiden Prabowo Subianto, dilanjutkan rakor dengan tujuh gubernur provinsi kepulauan.
“Mudah-mudahan beliau bisa balik di hari Rabu, dan kami menghadap Pak Sekda untuk melaporkan progres terkini,” ujarnya.
Ketika ditanya soal waktu pengumuman seleksi terbuka, Tri berharap proses tersebut bisa segera dilakukan dalam pekan ini. Diakuinya, pelaksanaan seleksi terbuka molor dari target awal yang direncanakan yakni pada Januari.
Namun menurutnya, kepatuhan terhadap aturan dan persetujuan BKN menjadi prioritas utama. “Kita harus pastikan semuanya sesuai aturan,” pungkas Tri.
Kepala Diskominfotik NTB Ahsanul Khalik menegaskan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada, Gubernur Iqbal memang mencari figur baru yang tepat, untuk merumuskan kebijakan teknis, mengoordinasikan pelaksanaan program, membina ASN serta lainnya yang ditujukan untuk menyukseskan visi NTB Makmur Mendunia.
Editor : Kimda Farida