Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Peringati HPN 2026, PWNU NTB Dorong Media Lebih Bertanggung Jawab

Yuyun Kutari • Selasa, 10 Februari 2026 | 05:00 WIB

=

Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi.
Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi.

LombokPost - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, mengajak media massa untuk menjalankan peran jurnalistik secara bertanggung jawab, dengan menghindari pemberitaan provokatif serta lebih berpihak pada kepentingan rakyat.

Ajakan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi menegaskan derasnya arus informasi di era digital saat ini menuntut media untuk semakin berhati-hati dan profesional dalam menyajikan berita.

Menurutnya, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu persoalan. “NU meminta media tidak terjebak pada pemberitaan yang provokatif dan sensasional. Informasi yang disampaikan media sangat berpengaruh terhadap cara masyarakat memahami fakta,” ujar Lalu Daud, Senin (9/2). 

Ia menilai, banjir informasi yang tidak diimbangi dengan penerapan etika jurnalistik berpotensi membuat masyarakat kehilangan orientasi terhadap kebenaran.

Kondisi tersebut, lanjutnya, bukan hanya dapat merusak kepercayaan publik terhadap media, tetapi juga berisiko melemahkan kohesi sosial serta persatuan bangsa.

PWNU NTB memandang media sebagai pilar penting dalam membangun kesadaran dan kedewasaan publik. Karena itu, pemberitaan seharusnya diarahkan untuk memperkuat kepentingan rakyat.

Baca Juga: Putusan MK, Wartawan Tak Bisa Langsung Disanksi, Harus Melewati Sengketa Pers

Khususnya kelompok masyarakat kecil, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pesantren, serta komunitas lokal yang selama ini membutuhkan ruang dan perhatian lebih.

“Media harus berpihak pada kemaslahatan rakyat. Bukan memperuncing konflik, tetapi membantu masyarakat memahami persoalan secara jernih dan berimbang,” tambahnya.

Selain itu, PWNU NTB menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kebangsaan.

Media diharapkan konsisten menjaga etika jurnalistik, menolak praktik ujaran kebencian, serta tidak menjadi alat kepentingan sempit yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Baca Juga: Gerbang Sangkareang Memikat Juri, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Melalui momentum peringatan HPN 2026, PWNU NTB mengajak seluruh insan pers untuk terus memperkuat profesionalisme dan menjadikan media sebagai sarana edukasi publik.

Dengan demikian, media diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan ekosistem pers yang sehat, ekonomi rakyat yang kuat, serta Indonesia yang berdaulat.

Editor : Redaksi Lombok Post
#berita #jurnalistik #Nahdlatul Ulama #Hari Pers Nasional (HPN) #era digital #kebebasan pers #Persatuan Bangsa #NTB #informasi #Edukasi Publik #ETIKA JURNALISTIK #Ujaran Kebencian