Melalui program siaran langsung "Antar Nusa", para siswa yang tergabung dalam Sanggar Teater Songo SMAN 9 Mataram membuktikan bahwa musik tradisional Sasak mampu tampil memukau di layar kaca dan menyentuh pemirsa di wilayah Bali, NTB, hingga NTT.
Berbeda dengan pertunjukan tari pada umumnya, kali ini Teater Songo sengaja menyuguhkan performa yang menitikberatkan pada kekuatan instrumen tradisional dan olah vokal.
Tanpa iringan gerak tari, setiap bait lirik lagu daerah Bumi Gora terdengar lebih intim dan mendalam, memberikan ruang bagi penonton untuk meresapi makna di balik nada.
Di bawah arahan Bapak Abdul Majid, S.Pd., penampilan para siswa ini menjadi simbol bahwa identitas lokal tetap eksis di tangan generasi Z jika diberi panggung yang layak.
Kepala SMAN 9 Mataram, Ibu Nengah Istiqomah, M.Pd., menegaskan bahwa kehadiran mereka di layar kaca bukan sekadar untuk tampil, melainkan bagian dari misi besar sekolah dalam pembentukan karakter.
"Seni bagi kami bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan," ujar Istiqomah.
Ia menekankan bahwa integrasi budaya dalam kurikulum sekolah adalah cara terbaik membentengi siswa dari dampak negatif globalisasi.
"Dengan mengenal akar budaya, siswa akan memiliki "kompas" moral yang kuat. Memahami asal-usul adalah kunci agar generasi muda tidak kehilangan arah di masa depan," nilai Istiqomah.
Siaran yang menjangkau tiga provinsi ini menuai apresiasi positif dari publik. SMAN 9 Mataram kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan di Kota Mataram yang konsisten menjadikan seni sebagai pilar penguat identitas bangsa. Melalui nada dan lirik, pesan edukasi budaya hari ini sukses menjangkau ruang keluarga masyarakat luas.
Editor : Siti Aeny Maryam