LombokPost – Puluhan peserta tampak berbincang santai, usai berjibaku menumpahkan gagasan, dalam tahapan penulisan makalah, untuk seleksi terbuka 13 jabatan strategis Eselon II di lingkup Pemprov NTB, di depan ruang CAT Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, pada Rabu (25/2).
Di antara puluhan peserta yang hadir, sosok Baiq Nelly Kusumawati menjadi salah satu perhatian. Wanita yang saat ini mengemban amanah sebagai Plt Inspektur sekaligus Asisten III Setda Kota Mataram tersebut, ikut bersaing memperebutkan posisi Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB.
Baca Juga: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Terima Daftar Calon Direksi Baru PT GNE dari Tim Pansel
Menariknya, Baiq Nelly Kusumawati merupakan kakak kandung dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Keikutsertaannya dalam seleksi ini membuktikan, kompetisi terbuka bagi siapa saja yang memenuhi syarat administrasi dan kompetensi.
Ditemui usai menyelesaikan penulisan makalahnya, Nelly tampak tenang. Saat ditanya mengenai jalannya tes dan kemampuannya merumuskan makalah, ia menjawab dengan penuh rasa syukur. "Alhamdulillah," ujarnya singkat.
Bagi Nelly, tampil dalam ajang seleksi seperti ini wajib dibarengi dengan keyakinan penuh. "Harus optimis lah. Kalau ikut (tapi) nggak optimis, untuk apa?" tambahnya sembari tersenyum.
Baca Juga: 114 Peserta Lolos Seleksi Administrasi JPT Pratama Pemprov NTB, Dilanjutkan ke Tahapan Penulisan Makalah
Meski menunjukkan kepercayaan diri, Nelly tetap menyisipkan kerendahan hati dalam langkahnya. Baginya, proses seleksi ini adalah bagian dari menjemput takdir yang sudah digariskan oleh Sang Pencipta.
Sebagai informasi, ini merupakan kali kedua Nelly mengikuti seleksi terbuka, di lingkup Pemprov NTB yang berlangsung pada Agustus – September 2025 lalu. Saat itu, ia mendaftar bahkan namanya lolos ke tiga besar calon Inspektur NTB.
Alih-alih merasa terbebani dengan pengalaman sebelumnya, ia justru melihatnya sebagai bentuk ikhtiar yang berkelanjutan dalam pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Gak apa-apa deh, terus berikhtiar. Sampai Allah memberikan takdirnya harus di mana yang terbaik menurut Allah," pungkasnya dengan nada bijak.
Baca Juga: Keluarga Gubernur dan Wagub NTB Ikut Seleksi, Tim Pansel Jamin Independensi dan Transparansi
Sementara itu, Ketua Tim Pansel 1 Prof Riduan Mas’ud menegaskan, selama peserta memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan ketentuan jabatan, maka tidak ada alasan untuk menggugurkan yang bersangkutan.
Dalam hal ini, tim pansel sama sekali tidak mempertimbangkan latar belakang keluarga dalam proses seleksi. Penilaian sepenuhnya didasarkan pada dokumen dan kualifikasi yang tercantum sesuai ketentuan.
“Di nama-nama itu tidak ada bin siapa, binti siapa. Semua kita lihat adalah syarat-syarat yang sudah ditegaskan dalam aturan,” katanya.