LombokPost - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu langsung dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, bersama para pemangku kepentingan terkait, untuk mempersiapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Mataram, Sabtu (28/2).
Usai menggelar pertemuan tersebut, di hadapan awak media, Menhub Dudy menegaskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, pada prinsipnya telah menyiapkan seluruh moda transportasi, untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Namun demikian, ia memberikan penekanan khusus pada faktor cuaca yang dinilai berpotensi memengaruhi operasional angkutan.
“Saya rasa bagaimana yang biasanya kami siapkan bahwa kami telah menyiapkan semua moda transportasi untuk angkutan lebaran. Namun, kami memberikan penekanan khususnya yang terkait dengan cuaca,” terang Menhub Dudy.
Menurutnya, kondisi cuaca belakangan ini cenderung kurang bersahabat dan berpotensi mengganggu kelancaran transportasi selama periode Angkutan Lebaran.
Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi sejak dini.
“Cuaca di mana, sebaiknya diketahui bahwa agak sedikit kurang bersahabat belakangan ini,” tegasnya.
Menhub Dudy berharap seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah menyiapkan mitigasi, apabila terjadi curah hujan yang cukup tinggi atau hal yang terkait dengan cuaca yang memiliki potensi untuk terganggunya atau mengakibatkan terganggunya kelancaran dari angkutan lebaran nantinya. “Jadi yang kami memberikan penekanan khususnya yang terkait dengan cuaca,” kata dia.
Menhub Dudy juga menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guna memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara berkelanjutan hingga mendekati masa angkutan Lebaran.
Data terbaru BMKG, kondisi cuaca dan iklim pada periode Hari Raya dan Libur Idulfitri, tepatnya bulan Februari hingga Maret 2026, curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga tinggi, dengan peluang sangat tinggi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Bahkan potensi hujan masih dapat terjadi hingga April mendatang. “Pasti harus selalu berkoordinasi dengan BMKG, kita harus mengantisipasi dan kita harus memonitor cuaca yang sampai dengan April itu mungkin masih berdapat hujan di beberapa wilayah di Indonesia dan ini harus kita antisipasi,” tegasnya.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam memastikan kesiapan infrastruktur, armada, serta sistem pengamanan transportasi di NTB, sehingga pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali meski dihadapkan pada tantangan cuaca.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin