LombokPost--Manajemen Rumah Sakit (RS) Mandalika Provinsi NTB menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan pelayanan kesehatan maksimal di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika.
Namun, kesiapan internal tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kondisi infrastruktur penunjang di luar area rumah sakit yang masih memerlukan perhatian serius.
Direktur RS Mandalika Provinsi NTB, dr Oxy Cahyowahyuni, Sp.EM, FICEP, FISQua menegaskan bahwa sebagai fasilitas umum vital, rumah sakit sudah seyogianya berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan sektor kesehatan di daerah pariwisata.
Meski layanan medis dinyatakan sudah siap, terdapat sejumlah fasilitas penunjang yang belum terakomodir oleh anggaran pusat, seperti halaman parkir, pemagaran area, hingga ruang tunggu bagi keluarga pasien.
"Fasilitas umum untuk menunggu, halaman parkir, pemagaran, itu harapan saya bisa segera kita adakan karena memang saat ini belum ada," kata dr Oxy kepada Lombok Post.
Selain fasilitas internal, kondisi lingkungan luar seperti sistem drainase dan akses jalan utama dari Sengkol menuju Mandalika juga menjadi sorotan karena sering tergenang banjir saat hujan.
Padahal, jika infrastruktur tersebut tertata rapi, hal itu akan memberikan dampak positif bagi performa estetika rumah sakit sekaligus mempercantik jalur pariwisata menuju destinasi populer seperti Desa Rembitan dan Desa Sade.
"Kalau infrastruktur bagus, otomatis kita juga dapat dampak positifnya. Dari sisi performa dari luar, rumah sakit juga ikut kelihatan cantik," tambahnya.
Kesiapan RS Mandalika ini menjadi kian mendesak seiring dengan ambisi besar Pemerintah Provinsi NTB bertransformasi menjadi Hub Pariwisata Internasional.
Ketua Komisi V DPRD NTB, Sudiartawan, menegaskan bahwa operasional RS Mandalika adalah "nyawa" bagi keselamatan wisatawan dan atlet internasional.
"RS Mandalika ini adalah tulang punggung medis kita di kawasan selatan. Jika kita bicara soal Hub Pariwisata, maka standar pelayanannya tidak boleh biasa-biasa saja," tegas Sudiartawan.
Ia berkomitmen untuk terus mengawal anggaran agar pengembangan fasilitas rumah sakit segera tuntas demi mendukung Masterplan Mandalika 2026.
Baca Juga: Fraksi NasDem DPRD Lombok Tengah Desak Pembenahan Tata Kelola Mandalika
Dalam rencana tersebut, kawasan Mandalika akan dikembangkan menjadi distrik-distrik tematik seperti Marina West hingga Golf Resort, yang menuntut adanya jaminan medical safety kelas wahid.
Visi ini sejalan dengan langkah Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang fokus membenahi gerbang dunia melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Gubernur Iqbal mendorong percepatan perbaikan fisik bandara, modernisasi teknologi bagasi, hingga penyediaan layanan VIP dengan kendaraan listrik.
Sinergi antara fasilitas kesehatan yang mumpuni di RS Mandalika dan kenyamanan di BIZAM diharapkan menjadi kunci sukses NTB sebagai kiblat baru pariwisata dan sportainment dunia.
Editor : Kimda Farida