LombokPost-- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diprediksi berlangsung hingga 8 Maret 2026.
Fenomena ini dipicu oleh aktivitas tiga bibit siklon tropis secara simultan yang memicu pertumbuhan awan hujan masif dan risiko bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa saat ini terpantau Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Jawa dan Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut Australia.
Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang Kelvin dan Rossby di wilayah NTB mempercepat terbentuknya awan konvektif yang memicu hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Dampak nyata dari kondisi ini sudah mulai terlihat, seperti terjangan angin puting beliung di Desa Selebung, Lombok Tengah pada 3 Maret 2026 yang berdampak pada 25 kepala keluarga.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Dukung Pencatatan 50 Motif Kere Alang sebagai Kekayaan Intelektual Komunal
Masyarakat di pesisir Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa juga diimbau waspada terhadap potensi banjir rob hingga 4 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, memaparkan bahwa pasang air laut maksimum diperkirakan mencapai 1,8 meter.
Fenomena ini diperkuat oleh fase bulan purnama (Worm Moon) dan Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Oleh karena itu, wilayah seperti Ampenan, Lembar, Jerowaru, hingga Sape masuk dalam kategori rawan genangan air laut.
Daftar Wilayah NTB Terdampak Hujan Lebat
Berdasarkan prakiraan BMKG, sebaran hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat meliputi:
- 3–5 Maret 2026: Merata di seluruh NTB (Mataram, Lombok, Sumbawa, Dompu, dan Bima).
- 6–8 Maret 2026: Fokus di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, dan Bima.
Selain itu, potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter patut diwaspadai di perairan selatan Pulau Lombok, perairan selatan Pulau Sumbawa, dan Samudra Hindia selatan NTB.
Tips Keselamatan Menghadapi Cuaca Ekstrem
Untuk meminimalkan risiko kerugian, BMKG memberikan beberapa langkah antisipasi bagi warga:
- Pantau Informasi Resmi: Selalu cek pembaruan cuaca melalui aplikasi Info BMKG untuk menghindari hoaks.
- Hindari Aktivitas Luar Ruangan: Jika terjadi hujan disertai petir, segera cari tempat berlindung yang aman dan hindari berteduh di bawah pohon.
- Amankan Dokumen Penting: Simpan surat-surat berharga dalam wadah kedap air dan siapkan tas darurat.
- Periksa Saluran Air: Pastikan drainase di sekitar rumah bersih dari sampah guna mencegah banjir luapan.
BMKG menegaskan akan terus memantau pergerakan atmosfer selama 24 jam penuh untuk memberikan informasi berkala kepada masyarakat