Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kajian LPEM FEB UI: AMMAN Sumbang Rp 147 Triliun ke Ekonomi NTB, Puluhan Ribu Lapangan Kerja Tercipta

Marthadi • Kamis, 5 Maret 2026 | 22:11 WIB

Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI Uka Wikarya Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Mataram, Kamis (5/3).
Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI Uka Wikarya Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) di Mataram, Kamis (5/3).
LombokPost - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis kajian bertajuk Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).

Kajian ini mengestimasi kontribusi aktivitas pertambangan, pembangunan smelter, serta program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah selama periode 2018–2024.

Penelitian menggunakan pendekatan Inter-Regional Input-Output (IRIO) dan kerangka economic multiplier untuk menghitung dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional perusahaan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Metode ini tidak hanya menghitung dampak langsung seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor dan pemasok, tetapi juga dampak tidak langsung dari aktivitas ekonomi yang muncul ketika para pemasok memproduksi barang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Melalui keterkaitan antar sektor dan wilayah, rangkaian aktivitas ini menciptakan efek berganda yang tidak hanya dirasakan di wilayah operasional AMMAN, tetapi juga menjalar ke berbagai daerah lainnya.

Kontribusi Raksasa untuk Ekonomi NTB

Sepanjang periode kajian, aktivitas AMMAN menghasilkan tambahan output ekonomi sebesar Rp224,3 triliun di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kontribusi tersebut juga tercermin dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB sebesar Rp147 triliun.

Secara rata-rata, kontribusi ini setara Rp21 triliun per tahun atau sekitar 13,3 persen dari total PDRB NTB berdasarkan harga berlaku.

Pada tahun 2024 saja, kontribusi AMMAN terhadap PDRB NTB mencapai Rp40,6 triliun, atau sekitar 22,3 persen dari total PDRB provinsi dalam harga nominal.

Dampak Langsung ke Rumah Tangga

Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI Uka Wikarya menjelaskan bahwa dampak AMMAN tidak hanya terlihat pada indikator makroekonomi.

Menurutnya, aktivitas perusahaan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka makro, tetapi juga sampai ke tingkat rumah tangga dan komunitas,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebutuhan makanan bagi ribuan karyawan perusahaan yang turut menghidupkan usaha petani, peternak, serta pemasok bahan pangan lokal.

Selain itu, kebutuhan logistik dan berbagai layanan lainnya juga membuka peluang kerja di banyak sektor ekonomi.

“Hal inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.

Pendapatan Warga Naik, Kemiskinan Turun

Kajian tersebut juga mencatat peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.

Sepanjang 2018–2024, aktivitas perusahaan meningkatkan pendapatan pekerja rumah tangga hingga Rp59 triliun, atau sekitar Rp8,4 triliun per tahun.

Peningkatan pendapatan ini turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan di NTB, terutama di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Selain itu, aktivitas ekonomi yang meningkat juga berdampak pada kapasitas fiskal daerah, baik melalui dana transfer pemerintah pusat seperti Dana Bagi Hasil (DBH) maupun peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah secara tidak langsung.

Puluhan Ribu Lapangan Kerja

Dari sisi ketenagakerjaan, kajian LPEM FEB UI menunjukkan aktivitas AMMAN menciptakan efek berganda yang signifikan.

Rata-rata sekitar 36,5 ribu lapangan kerja tercipta setiap tahun di Provinsi NTB.

Pada 2024, total kesempatan kerja dari dampak langsung dan tidak langsung bahkan mencapai lebih dari 72 ribu pekerjaan.

Lapangan kerja tersebut tersebar di berbagai sektor seperti pangan, konstruksi, transportasi, dan jasa, yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan.

Smelter Dorong Hilirisasi Industri

Kajian ini juga menyoroti pembangunan fasilitas smelter AMMAN di NTB sebagai tonggak penting bagi hilirisasi industri pertambangan nasional.

Keberadaan smelter dinilai mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur industri regional.

Selain membuka lapangan kerja baru, fasilitas ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan di NTB.

Dengan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, aktivitas AMMAN dinilai memainkan peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi NTB menuju ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berbasis nilai tambah.

Editor : Marthadi
#Ekonomi NTB #kontribusi AMMAN ke PDRB NTB #Amman #dampak ekonomi AMMAN #smelter AMMAN