LombokPost - Jenazah dr H Lalu Herman Mahaputra yang dikenal luas dengan sapaan Dokter Jack, telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Karang Bedil, Mataram, sekitar pukul 16.00 Wita, pada Rabu (11/3).
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan pelayat yang datang, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang turut mengantar jenazah hingga ke liang lahat menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian salah satu tokoh yang dinilainya memiliki dedikasi besar bagi daerah.
Dalam sambutannya, ia mengawali dengan ungkapan belasungkawa sekaligus rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk hadir mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Alhamdulillah kita semua diberikan kesempatan, diberikan waktu, kekuatan, dan kesehatan untuk sama-sama hadir memberikan penghargaan terakhir, hormat terakhir, salam terakhir, serta doa dan keikhlasan atas kepergian saudara kita tercinta, dr Lalu Herman Mahaputra yang selama ini kita kenal sebagai Dokter Jack,” bebernya.
Gubernur Iqbal mengungkapkan, dirinya berkesempatan menyaksikan langsung seluruh rangkaian prosesi sejak di Jakarta, pada Selasa (10/3), hingga pemakaman di Mataram.
Ia mengaku melihat sendiri bagaimana besarnya penghormatan masyarakat terhadap almarhum. “Qadarullah, saya diberikan kesempatan untuk menyaksikan tadi malam mulai dari pemandian sampai dengan menyolatkan di Jakarta,” kenangnya.
Bahkan pada tengah malam, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, ratusan orang tetap berduyun-duyun datang untuk bertakziah, melepas dan menangisi kepergiannya, serta mengirimkan doa bagi almarhum.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terus terlihat hingga jenazah tiba di NTB. Sejak mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), hingga proses pemakaman, ratusan orang mengiringi perjalanan terakhir almarhum.
“Insya Allah ini adalah tanda-tanda husnul khatimah. Ini membuktikan bahwa almarhum adalah orang baik. Kebaikannya tidak lepas dari hati orang-orang yang pernah merasakannya,” jelas dia.
Gubernur Iqbal menilai tidak banyak orang yang meninggal, dengan tangis dari begitu banyak orang. Baginya, hal itu menjadi bukti betapa besar kesan dan kebaikan almarhum selama hidup.
“Mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini kelak juga mendapatkan doa dan penghormatan sebesar yang diterima almarhum hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal juga mengungkapkan kembali kenangannya. Sebelum wafat, almarhum baru saja ia tugaskan untuk memimpin Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB.
Ia mengaku telah lama mempertimbangkan sosok yang tepat untuk mengemban tugas tersebut dan akhirnya memilih Dokter Jack. “Saya memikirkan berbulan-bulan siapa orang yang tepat untuk meningkatkan pendapatan daerah. Saya melihat karakter itu ada pada Dokter Jack,” ujarnya.
Kala itu, ketika almarhum dipanggil untuk menerima tugas tersebut, memang sempat mempertanyakan alasan penunjukan itu. Namun, Gubernur Iqbal menilai almarhum adalah salah satu dari sedikit orang yang tidak pernah mengharapkan jabatan tersebut.
“Beliau bertanya kenapa saya. Saya jawab karena Pak dokter adalah salah satu dari sedikit orang yang tidak pernah menaruh harapan berada di posisi itu,” katanya.
Menurutnya, almarhum menerima tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, hampir setiap dua hari almarhum menghubunginya untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan yang sedang dilakukan.
“Beliau berkata, ‘Bismillahirrahmanirrahim, Miq Gub kalau itu penugasan saya akan lakukan.’ Hampir setiap dua hari beliau menelpon saya memberikan update mengenai apa yang sudah dia lakukan,” terangnya.
Gubernur Iqbal juga turut menceritakan percakapan terakhir dengan almarhum pada Senin (9/3), sehari sebelum wafat. Saat itu almarhum terkejut mengetahui dirinya berada di Jakarta dan meminta waktu untuk menyampaikan laporan perkembangan tugasnya.
“Beliau kaget karena saya berada di Jakarta dan minta waktu untuk meng-update apa yang sudah dilakukan. Andaikan beliau tidak mendahului, malam itu harusnya saya berjumpa dengan beliau dalam keadaan sehat. Namun Allah berkehendak lain,” katanya.
Iqbal mengajak semua pihak untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan meyakini bahwa setiap ketetapan Tuhan memiliki hikmah. Bahwa dalam kehidupan terdapat sikap ikhlas yang harus dimiliki setiap manusia.
Menurutnya, di setiap keputusan Allah selalu terdapat hikmah, dan keikhlasan merupakan pintu untuk memahami hikmah tersebut. “Mari kita ikhlaskan agar kepergian almarhum tidak menjadi beban baginya,” ujarnya.
Atas nama pribadi dan Pemprov NTB, Gubernur Iqbal juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum yang selama ini, telah memberikan dukungan sehingga almarhum dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada istri, anak, keluarga, dan ibunda yang selama ini memberikan dukungan kepada Dokter Jack sehingga beliau bisa menjalankan tugasnya secara optimal untuk kebaikan NTB,” katanya.
Ia pun menutup sambutannya dengan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan, serta almarhum mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Kita semua juga mendoakan semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya serta diberikan kebaikan di alam kubur maupun di alam akhirat,” tandasnya.
Editor : Jelo Sangaji