LombokPost - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri melakukan Safari Ramadan di Sumbawa.
Agenda rutin Pemprov NTB tersebut menjadi salah satu moment mempererat silaturahmi, sekaligus menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Safari Ramadan Gubernur Miq Iqbal diawali melakukan kunjungan ke Pasar Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/3).
Kegiatan tersebut untuk memantau langsung perkembangan harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Miq Iqbal berdialog langsung dengan pedagang serta mengecek harga sejumlah komoditas pangan strategis.
Dari hasil pemantauan di dalam pasar, harga cabai rawit masih berada pada kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram. Gubernur menilai harga tersebut masih relatif tinggi, terutama karena Pasar Brang Biji bukan merupakan pasar induk yang menjadi pusat distribusi utama.
“Dari hasil pengecekan langsung di pasar, harga cabai rawit memang masih cukup tinggi. Ini juga dipengaruhi karena pasar ini bukan pasar induk sehingga distribusi pasokan tidak sebesar di pasar utama,” ujar Miq Iqbal.
Kenaikan harga cabai rawit saat ini dipengaruhi oleh mekanisme pasar, di mana pasokan yang terbatas tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.
Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya telah mencoba menambah pasokan cabai dengan mendatangkan lebih dari satu ton cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Namun, langkah tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat pasar.
Pemprov NTB tengah menjajaki opsi penambahan pasokan cabai dari luar daerah melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional. “Kami terus berkomunikasi dengan Badan Pangan Nasional untuk melihat daerah mana yang memiliki harga cabai lebih rendah dan memungkinkan dilakukan distribusi ke NTB sebagai bentuk intervensi pasar,” jelasnya.
Gubernur Miq Iqbal juga memantau harga komoditas lain seperti minyak goreng dan beras. Pemerintah membuka ruang intervensi melalui koordinasi dengan Perum Bulog guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok di pasar.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Jawab Sorotan Fitra NTB, Program Desa Berdaya Tak Bisa Lepas dari APBD
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Miq Iqbal juga menemukan bahwa harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di wilayah Sumbawa masih relatif tinggi. Kondisi tersebut diduga terjadi karena sebagian pedagang belum terhubung langsung dengan jalur distribusi resmi sebagai distributor.
Gubernur Miq Iqbal menegaskan akan terus melakukan pemantauan selama Ramadan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di berbagai daerah di NTB.
“Pemerintah harus hadir memastikan harga tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi, apalagi menjelang hari raya ketika permintaan biasanya meningkat,” katanya.
Perkuat Dukungan Pendidikan
Masih dalam rangkaian Safari Ramadan di Kabupaten Sumbawa, Gubernur Miq Iqbal juga mengunjungi SLBN 1 Sumbawa untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh para siswa dan guru. Para siswa menampilkan permainan angklung sebagai bentuk penyambutan sebelum Gubernur meninjau sejumlah fasilitas sekolah.
Gubernur juga meresmikan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang keterampilan, serta ruang kelas yang telah direvitalisasi menggunakan anggaran tahun 2025. Revitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus di Kabupaten Sumbawa.
“Mudah-mudahan secara bertahap semua sekolah dapat direvitalisasi. Silahkan siapkan datanya agar bisa kita lihat kebutuhan yang ada,” ujar Miq Iqbal.
Selain bangunan, revitalisasi juga mencakup penambahan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk perlengkapan layanan kesehatan di ruang UKS serta sarana pembelajaran lainnya.
Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan memberikan perhatian khusus terhadap penguatan sarana pendidikan sekaligus peningkatan kemandirian ekonomi bagi para lulusan sekolah luar biasa.
“Anak-anak kita di SLB memiliki potensi besar. Pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang baik sekaligus peluang untuk mandiri setelah lulus sekolah,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTB akan memfasilitasi kerja sama antara sekolah dengan Bank NTB Syariah guna membuka akses bantuan permodalan bagi alumni SLB yang ingin mengembangkan usaha mandiri.
Selain itu, pemerintah juga akan mengupayakan penyediaan kendaraan antar-jemput bagi siswa guna memudahkan akses transportasi peserta didik.
Gubernur juga mendorong pihak sekolah untuk lebih aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dunia usaha maupun komunitas, terutama dalam memasarkan berbagai produk keterampilan yang dihasilkan siswa.
Melalui kunjungan tersebut, gubernur berharap dukungan terhadap pendidikan inklusif di NTB dapat terus diperkuat, sekaligus mendorong kemandirian serta pemberdayaan peserta didik penyandang disabilitas agar mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Wagub Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengajak masyarakat memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan mempererat solidaritas antarwarga.
Menurut Wagub Umi Dinda, Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga kesempatan untuk memperluas kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat di lingkungan sekitar.
“Kita harus memastikan tetangga terdekat kita tidak ada yang kesusahan. Ramadan harus membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi semua umat Muslim di mana pun berada,” ujarnya saat Safari Ramadan di Masjid Al Falah, Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/3).
Umi Dinda berharap keberkahan Ramadan dapat menjadi penguat kebersamaan serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa maupun NTB secara umum.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Umi Dinda juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Zakat yang kita tunaikan tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi sarana membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan Safari Ramadan, Wagub Umi Dinda juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa paket sembako dari Baznas yang diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan.
Selain itu, Wagub juga menyerahkan bantuan karpet masjid senilai Rp10 juta untuk mendukung kenyamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah di Masjid Al Falah. (lil/kominfotik/r3)
Editor : Kimda Farida