Pengamanan dilakukan di berbagai pelabuhan utama yang menjadi titik pergerakan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F. S. Samola, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Ditpolairud Polda NTB tergabung dalam Satgas 7 Banops yang bertugas memberikan dukungan operasional pengamanan jalur transportasi laut.
“Ditpolairud Polda NTB masuk dalam Satgas 7 Banops yang bertugas memberikan dukungan operasional dalam pengamanan jalur transportasi laut selama arus mudik dan balik Lebaran,” ujarnya.
Pengamanan difokuskan di sejumlah pelabuhan strategis, yakni Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Barang Lembar, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Poto Tano, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Calabai, Pelabuhan Bima, hingga Pelabuhan Sape. Selain itu, pengawasan juga dilakukan di sejumlah pelabuhan rakyat di wilayah pesisir.
Kombes Pol Boyke menjelaskan, kegiatan pengamanan ini melibatkan personel Ditpolairud Polda NTB yang didukung kapal patroli serta personel Satpolairud dari polres jajaran.
Kehadiran aparat di pelabuhan diharapkan mampu memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas penyeberangan masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026 ini, kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut, serta memastikan seluruh aktivitas di pelabuhan berjalan tertib, aman, dan lancar,” tegasnya.
Selain melakukan pengamanan, personel juga melakukan pemantauan situasi, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan laut.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keselamatan selama meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Editor : Marthadi