Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, Sri Heny menegaskan bahwa kondisi sistem kelistrikan di wilayah NTB saat ini berada dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang cukup untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi listrik selama periode Ramadan hingga Lebaran.
Berdasarkan proyeksi kelistrikan selama masa siaga, sistem Lombok memiliki daya mampu pasok sebesar 407 megawatt (MW) dengan perkiraan beban puncak mencapai 363 MW. Dengan demikian, masih tersedia cadangan daya sekitar 44 MW.
Sementara itu, pada sistem Tambora, daya mampu pasok tercatat 183 MW dengan perkiraan beban puncak 144 MW, sehingga tersedia cadangan daya sebesar 39 MW.
Untuk memastikan sistem tetap andal, PLN NTB mengerahkan total 1.989 personel yang terdiri dari 877 personel PLN dan 1.112 personel Tenaga Alih Daya (TAD) serta mitra kerja. Mereka disiagakan untuk mengantisipasi dan menangani potensi gangguan kelistrikan secara cepat.
Selain personel, PLN juga menyiapkan 132 unit peralatan pendukung, 326 unit kendaraan operasional, serta material cadangan gangguan dalam jumlah yang memadai untuk mempercepat proses pemulihan jika terjadi gangguan listrik.
PLN juga menyiagakan sejumlah posko siaga di berbagai unit kerja. Terdiri dari 8 posko siaga pembangkit, 5 posko siaga transmisi, 1 posko siaga pengatur beban, dan 21 posko siaga distribusi.
Di samping itu, PLN turut menyiapkan 1 posko siaga Icon+ serta 1 posko siaga PLN Nusa Daya untuk memastikan dukungan jaringan telekomunikasi dan layanan teknis tetap optimal selama periode siaga.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat arus mudik dan libur Idulfitri, PLN juga menyiapkan 8 posko kesiapan siaga kelistrikan di titik transportasi strategis. Posko tersebut berada di 5 pelabuhan dan 3 bandara di wilayah NTB.
PLN NTB juga memberikan perhatian khusus pada 61 lokasi prioritas, yang meliputi 23 masjid dan lokasi pelaksanaan salat Idulfitri, 21 kantor pemerintahan, 10 rumah sakit, serta 7 hotel. Lokasi-lokasi tersebut menjadi fokus pengamanan pasokan listrik karena berperan penting dalam aktivitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Selain itu, PLN turut mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan menyiapkan 46 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 38 lokasi di wilayah NTB. Fasilitas ini disiapkan agar pengguna kendaraan listrik tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman selama periode mudik Lebaran.
Sri Heny Purwanti menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
“Melalui kesiapan personel, peralatan, serta posko siaga yang tersebar di berbagai titik, kami memastikan sistem kelistrikan tetap andal sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Editor : Marthadi