LombokPost - Gema takbir berkumandang syahdu di halaman Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Jalan Anyelir, Gomong, pada Jumat pagi (20/3).
Ratusan jamaah memadati lapangan untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB.
Bertindak sebagai Imam sekaligus Khatib, Ust. Najamuddin, M.Pd.I. (Mudir PUTM UMMAT), menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi fitrah yang sering kali terjebak dalam penafsiran sempit.
Fitrah: Kemenangan Jiwa dan Sistem Kolektif
Dalam khotbahnya, Ust. Najamuddin menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar rutinitas jemaah yang berkumpul di lapangan, melainkan simbol kemenangan jiwa-jiwa yang telah berjuang bagi bangsa dan negara selama puluhan tahun.
Ia melemparkan pertanyaan reflektif kepada jemaah mengenai makna kesucian yang diraih pasca-Ramadan.
“Apakah yang kita cari sekedar kesucian individual yang berpusat pada diri sendiri? Ataukah fitrah yang membangkitkan kesadaran kolektif bahwa kita adalah bagian dari sebuah sistem besar?” cetusnya di hadapan jamaah.
Secara teologis, ia menjelaskan bahwa fitrah adalah kondisi suci manusia sejak lahir. Ramadan yang baru saja berlalu seharusnya menjadi momentum transformasi di mana puasa tidak hanya mengajarkan menahan lapar, tetapi juga mempertajam pemahaman sosial dan spiritual.
Empati di Tengah Perang Geopolitik
Menyoroti kondisi dunia saat ini, Ust. Najamuddin mengajak jamaah untuk tidak menutup mata terhadap saudara-saudara di berbagai belahan dunia yang menjadi korban konflik dan musibah akibat perang geopolitik yang kian memanas.
Ia menekankan bahwa fitrah yang sejati harus membuahkan aksi nyata bagi kemanusiaan.
"Bagi saudara kita di dunia yang terkena musibah, kita bisa membantu dengan doa maupun donasi untuk meringankan kondisi mereka di tengah ketidakpastian geopolitik global," pesannya.
Pelaksanaan Salat Id yang Khidmat
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA ini berlangsung dengan tertib dan khidmat. Lokasi kampus UMMAT di Jalan Anyelir No. 2-4 Mataram terpilih menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah di Ibu Kota Provinsi karena aksesnya yang strategis bagi warga di wilayah Gomong dan sekitarnya.
Idulfitri 1447 H kali ini diharapkan menjadi titik balik bagi umat Islam di Mataram untuk tidak hanya merayakan kemenangan pribadi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kemanusiaan demi kebaikan bangsa ke depan.
Editor : Pujo Nugroho