Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pelantikan PDSKJI NTB 2025–2028: Kekurangan Dokter Jiwa di 3 Daerah Jadi Sorotan

Marthadi • Minggu, 29 Maret 2026 | 12:05 WIB

Para pengurus PDSKJI Cabang NTB periode 2025-2028 usai dilantik, Minggu (29/3).
Para pengurus PDSKJI Cabang NTB periode 2025-2028 usai dilantik, Minggu (29/3).
LombokPost – Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Nusa Tenggara Barat periode 2025–2028 resmi dilantik, Minggu (29/3/2026) pagi.

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PDSKJI dr Agung Frijanto, di Fave Hotel Mataram. Dalam kesempatan tersebut, dr. Danang Nur Adiwibawa, Sp.KJ (K)., SH., AIFO-K resmi dipercaya memimpin PDSKJI NTB.

Seluruh pengurus masa bakti 2025–2028 turut hadir dan diambil sumpahnya untuk menjalankan amanah organisasi serta melanjutkan estafet kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Danang menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi dalam berbagai program, mulai dari pelayanan kesehatan jiwa, pendidikan dan pelatihan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga semua pengabdian tersebut menjadi amal baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Peran Strategis dan Kolaborasi

Sebagai mitra pemerintah, PDSKJI NTB memiliki peran penting dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa di daerah.

Selama ini, berbagai kegiatan telah dilakukan seperti konsultasi kesehatan jiwa, seminar, bakti sosial, hingga kerja sama dengan fakultas kedokteran, rumah sakit daerah, puskesmas, serta organisasi profesi seperti HIMPSI dan Ikatan Psikolog Klinis.

Ke depan, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu kedokteran jiwa dan kebutuhan masyarakat.

Kekurangan Dokter Jiwa Jadi Tantangan

Meski demikian, tantangan besar masih dihadapi. Saat ini, jumlah dokter spesialis kesehatan jiwa di NTB tercatat sebanyak 19 orang, dengan tambahan 11 dokter yang masih berstatus residen.

Distribusinya belum merata. Tiga kabupaten, yakni Lombok Tengah, Dompu, dan Bima, hingga kini belum memiliki dokter spesialis kesehatan jiwa.

Padahal, idealnya setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu dokter spesialis jiwa.

Fokus Program ke Depan

Menghadapi kompleksitas persoalan kesehatan mental yang terus meningkat, PDSKJI NTB menegaskan komitmennya untuk:

- Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa yang profesional dan beretika
- Mengembangkan kegiatan ilmiah dan pendidikan berkelanjutan
- Memperkuat kolaborasi lintas sektor
- Mengintensifkan upaya promotif dan preventif di masyarakat

Ketua Umum PDSKJI dr Agung Frijanto menegaskan bahwa kepengurusan baru harus bekerja lebih solid dan profesional.

“Kepengurusan yang baru harus memiliki semangat dan motivasi untuk bekerja lebih bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Editor : Marthadi
#PDSKJI NTB #dokter jiwa NTB #kesehatan mental NTB #pelantikan PDSKJI #Dokter Spesialis Jiwa