Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Apel Siaga Polda NTB: 6 Instruksi Tegas Kapolda untuk Hadapi Ancaman Kamtibmas 2026

Marthadi • Senin, 6 April 2026 | 15:15 WIB
Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo mengecek personel dalam Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026, Senin (6/4). (Istimewa)
Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo mengecek personel dalam Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026, Senin (6/4). (Istimewa)

LombokPost - Ancaman gangguan keamanan tak bisa dianggap sepele. Polda NTB langsung tancap gas. Senin (6/4/2026), apel siaga digelar dengan satu pesan tegas: semua personel harus siap, solid, dan humanis menghadapi dinamika Kamtibmas.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat menggelar Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026.

Apel berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB dan dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo. Kegiatan ini diikuti pejabat utama, perwira, bintara, hingga tamtama di lingkungan Polda NTB.

Dalam arahannya, kapolda menegaskan enam poin penting yang wajib menjadi pedoman seluruh jajaran, termasuk polres dan polresta.

Baca Juga: Perkuat Akses Keadilan, Kanwil Kemenkum NTB Gelar Pelatihan Paralegal di Sumbawa

Pertama, menjaga solidaritas internal dan menghindari ego sektoral. Seluruh fungsi diminta bergerak dalam satu komando, satu narasi, dan satu tujuan.

Kedua, memperkuat sabuk kamtibmas guna mengamankan markas komando (mako) dan asrama Polri.

Ketiga, meningkatkan kepekaan serta kewaspadaan dengan mengoptimalkan deteksi dini dan respons cepat terhadap isu yang berkembang di masyarakat.

Keempat, membuka ruang dialog secara proaktif dengan berbagai elemen, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh pemuda.

Baca Juga: Epic Lombok Coffee Week Sedot Ribuan Pengunjung

Kelima, dalam pengamanan unjuk rasa, personel diminta menghindari tindakan represif serta mengedepankan sikap empatik, bukan konfrontatif.

Keenam, memperkuat sinergi lintas sektoral bersama para pemangku kepentingan. Unjuk rasa ditegaskan bukan ancaman, melainkan indikator demokrasi yang harus dikelola secara dialogis dan humanis.

“Enam hal ini sangat penting untuk kita pedomani dalam rangka menghadapi peristiwa kontijensi,” tegas kapolda.

Ia menambahkan, keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari terciptanya situasi aman, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang humanis.

Baca Juga: Melihat Wajah Baru Alun-alun Giri Menang Park dan Taman Kota Gerung, Kota Mati yang Menjelma Jadi Pusat Hiburan dan Olahraga Warga

“Saya yakin dengan kesiapan, soliditas, dan dedikasi yang tinggi, kita mampu menghadapi setiap dinamika kamtibmas yang ada,” ujarnya.

Apel ini menjadi bukti konkret kesiapan Polda NTB dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang berpotensi mengganggu keamanan daerah dan masyarakat.

Editor : Marthadi
#Apel Siaga NTB #Kamtibmas 2026 #Aman Nusa Rinjani #polda ntb #Kapolda NTB