BRIDA NTB Dorong Penguatan Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah Lintas Sektor di Kabupaten Sumbawa Barat 

Siti Aeny Maryam • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 17:21 WIB
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi hadir dalam Forum Perangkat Daerah Urusan Riset dan Inovasi Tahun 2026 yang digelar Kabupaten Sumbawa Barat pada Kamis (2/4).
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi hadir dalam Forum Perangkat Daerah Urusan Riset dan Inovasi Tahun 2026 yang digelar Kabupaten Sumbawa Barat pada Kamis (2/4).

LombokPost - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Forum Perangkat Daerah Urusan Riset dan Inovasi Tahun 2026 pada Kamis (2/4).

Pertemuan strategis ini bertujuan menyelaraskan kebijakan riset guna mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi multipihak.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala BRIDA Sumbawa Barat, Mars Anugerainsyah, ini merupakan langkah krusial dalam menyempurnakan Rancangan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) sebagai fondasi penyusunan RKPD Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2027.

Baca Juga: Sinergi BRIDA dan Kemenkum NTB, Mengubah Inovasi Daerah Menjadi Aset Ekonomi Lewat Paten

Dalam forum bertajuk "Transformasi Masa Depan Sumbawa Barat", Mars Anugerainsyah memaparkan terobosan unggulan berupa pengembangan klaster ekonomi baru pasca tambang.

Proyek ini diwujudkan melalui demplot pertanian berteknologi tinggi di Balai Benih Utama Poto Tano, yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru berbasis teknologi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, menjabarkan tiga prioritas utama kebijakan riset tingkat provinsi. Yakni Pengentasan kemiskinan, Penguatan ketahanan pangan melalui ekosistem industri serta Pengembangan destinasi wisata kelas dunia.

Baca Juga: DPRD Dorong Tim Percepatan Gubernur Jadi Mesin Riset Daerah

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) sebagai instrumen hukum dan ekonomi untuk mendorong hilirisasi hasil riset.

Forum ini menjadi wadah diskusi bagi berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan perangkat daerah, akademisi (LPPM Universitas Mataram dan Universitas Cordova), hingga para inovator lokal pemenang lomba inovasi tahun 2024-2025.

Turut hadir pula Tim Ahli Gubernur (TAG-P3K), Prayitno Basuki, yang menguraikan lima fokus riset NTB, termasuk penguatan SDM dan tata kelola guna mendukung transformasi ekonomi berbasis pengetahuan.

 

Hasil dari pertemuan tersebut melahirkan tiga fokus kebijakan utama, yakni pertama sinkronisasi program antara pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga riset.

Kedua, strategi untuk memastikan hasil penelitian memiliki nilai ekonomi dan dampak nyata bagi masyarakat.

Serta Ketiga penguatan ekosistem dengan komitmen kolaborasi berkelanjutan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi serta sektor teknologi tepat guna di desa.

Baca Juga: BRIDA NTB Hadirkan Gerobak Listrik di Pesta Rakyat Asongan 2026

Pertemuan diakhiri dengan penekanan bahwa inovasi bukan sekadar wacana teknis, melainkan instrumen utama dalam meningkatkan kemandirian daerah dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat di masa depan.

Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Liputan
Sumbawa Barat riset BRIDA daerah NTB