LombokPost - Nuryanti resmi dilantik sebagai Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja di Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Pelantikan berlangsung di ruang Tridharma Gedung A Lt. 2 Kemnaker, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, berdasarkan surat resmi Kemnaker RI Nomor 1/319/KP.09.03/IV/2026, pada pada Selasa (7/4).
Sebelum menempati posisi strategis ini, Nuryanti meniti kariernya sebagai ASN di lingkup Pemprov NTB. Ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian NTB, dan pada Januari 2026 dimutasi menjadi Kepala Bidang Deposit, Pengadaan, Pengelolaan, dan Pelayanan Perpustakaan dan Kearsipan NTB.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut melalui seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di Kemnaker tahun 2026, yang diumumkan melalui surat Nomor 1/1 L/KP.09.03/1/2026.
Baca Juga: Awas Terjebak Scam! Kemnaker Tegaskan BSU 2026 Belum Ada, Jangan Klik Tautan Pendaftaran Palsu!
Nuryanti mengatakan pada saat mendaftarkan diri mengikuti seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup Kemnaker, pada awal Januari lalu, saat itu masih berstatus sebagai Kepala Dinas Perindustrian NTB, pejabat eselon II.
“Minggu pertama di Januari itu, saya sudah mendaftar, saat itu saya masih eselon II,” terangnya, kepada Lombok Post, Selasa (7/4).
Namun, pada saat menjalani proses atau tahapan seleksi, Nuryanti menjabat sebagai Kepala Bidang Deposit, Pengadaan, Pengelolaan, dan Pelayanan Perpustakaan dan Kearsipan NTB, artinya pejabat eselon III, dan hal tersebut bukan menjadi soal. “Nggak masalah, saya tetap lanjut,” ujarnya.
Ia mengatakan jabatan Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja adalah incarannya sedari awal mendaftar. Setelah menelaah, Nuryanti menyadari bahwa hal tersebut terkait dengan tugas yang dikerjakannya sebelumnya, di Dinas Perindustrian NTB.
Sehingga pengetahuan dan pengalaman lima tahun memimpin di Dinas Perindustrian NTB, pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) II, dan rekam jejak, menjadi modal penting saat mengikuti seleksi JPT Pratama di lingkup Kemnaker.
“Ini menjadi poin krusial yang memperkuat portofolio saya karena memiliki karir yang relevan dengan jabatan yang dilamar, dan ini sangat menentukan,” tegasnya.
Ia menceritakan, proses seleksi berjalan ketat dan terstruktur. Tahap awal seluruhnya dilakukan secara daring, termasuk penulisan Policy Brief yang harus diselesaikan dalam waktu dua jam tanpa menyalin materi.
Nuryanti menyebut Policy Brief yang ia buat menekankan pada ekosistem penciptaan kesempatan kerja, yang ia sebut “mesin kerja”, sebagai landasan strategi memperluas lapangan kerja.
Dari 400 peserta se-Indonesia, jumlah kandidat berhasil disaring menjadi belasan yang kemudian mengikuti penilaian kompetensi manajerial dan sosial kultural, di Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Setelah melewati tahapan tersebut, diumumkan lima besar calon yang lolos pada akhir Maret. Kemudian di tahap akhir seleksi dilakukan dengan wawancara langsung bersama Menaker Prof Yassierli dan wamenaker, untuk menentukan kandidat yang akan menduduki posisi Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja.
Setelah proses yang panjang dan selektif itu, akhirnya membuahkan hasil positif. Nuryanti mengungkapkan rasa syukurnya. “Ya Alhamdulillah, saya sudah bersyukur banget lah ya. Tidak malu-maluin NTB,” katanya.
Faktor penting yang turut mendukung kelancaran proses seleksi adalah dukungan resmi dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Nuryanti mengakui, semua izin termasuk pemberkasan dokumen sudah ditandatangani gubernur seminggu setelah ia dimutasi.
“Insya Allah semua dokumen beliau tanda tangani. Itu izin langsung dari Pak Gubernur,” katanya.
Baca Juga: Stop FOMO, Investasi Pasar Modal Bukan Cara Cepat Kaya
Menurutnya, Gubernur Iqbal merespons dengan sangat positif dan memberi dorongan moral, agar terus fokus dalam setiap tahapan seleksi.
Bahkan saat Nuryanti lolos menjadi lima besar, itu juga di laporkan ke Gubernur Iqbal, sehingga setiap langkah administratif dan prosedural disetujui secara resmi. "Saat saya lima besar, Alhamdulillah saya laporkan ke beliau," ujarnya.
Nuryanti menekankan, dukungan Gubernur Iqbal memberikan keyakinan tambahan dan rasa tanggung jawab yang lebih besar. Setelah pelantikan, Nuryanti mengikuti serah terima jabatan (sertijab), briefing dan dikenalkan kepada jajaran Kemnaker RI, pada Rabu (8/4).
Ia memaparkan langkah-langkah strategis yang akan dijalankan, untuk memperkuat program perluasan kesempatan kerja.