LombokPost - Jelang Iduldha 1447 H, Dinas Perhubungan (Dishub) NTB mengambil langkah strategis, untuk mengantisipasi potensi penumpukan angkutan ternak di pelabuhan.
Berbagai upaya dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait guna memastikan kelancaran distribusi hewan ternak, dari NTB ke berbagai daerah, khususnya Pulau Jawa.
“Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Ervan Anwar, Rabu (8/4).
Satgas ini berfungsi mengurai potensi masalah di lapangan, terutama kemacetan akibat penumpukan kendaraan pengangkut ternak di area pelabuhan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar proses distribusi hewan ternak dapat berjalan lancar dan terukur,” kata dia.
Selain itu, Dishub NTB melakukan perluasan buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pengangkut ternak yang biasanya meningkat signifikan menjelang Iduladha 1447 H.
“Buffer zone kita perluas agar kendaraan tidak menumpuk di dalam pelabuhan. Ini bagian dari mitigasi kemacetan yang kerap terjadi setiap tahun,” jelasnya.
Dari sisi hulu, pengaturan jadwal keberangkatan ternak juga diperkuat dengan melibatkan Disnakkeswan NTB. Distribusi ternak dari sentra-sentra seperti Bima dan Sumbawa akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi di pelabuhan.
“Kalau dari hulunya sudah diatur, insya Allah tidak ada kemacetan. Jadi pengendalian ini tidak hanya di pelabuhan, tapi juga sejak dari daerah asal ternak,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran arus logistik, Dishub NTB juga mengoptimalkan fasilitas pelabuhan dengan menambah jumlah dermaga operasional.
Dari sebelumnya dua dermaga, kini diusulkan menjadi tiga dermaga, guna mengakomodasi tingginya intensitas pergerakan orang dan barang. Semua ini masih dalam proses usulan ke PT ASDP, sebagai pihak berwenang menyelenggarakan jasa penyeberangan dan pelabuhan.
Tak hanya itu, alternatif pengangkutan melalui program tol laut juga dimaksimalkan. Kapal tol laut dengan kapasitas hingga 500 ekor ternak per perjalanan, disiapkan sebagai opsi distribusi tambahan ke Pulau Jawa.
Dishub NTB mendorong deviasi angkutan ternak melalui jalur tol laut. Rutenya semula dari Bima ke Tanjung Priok Jakarta, kini diubah menjadi Bima – Tanjung Perak, Surabaya.
“Sehingga waktu tempuh lebih singkat dan perpindahan ternak lebih cepat,” tambahnya.
Ervan telah berkoordinasi dengan pemilik kapal dan pemerintah pusat terkait kesiapan armada, termasuk fasilitasi perpanjangan masa docking kapal khusus hewan ternak, untuk memastikan aspek keselamatan dan keberlanjutan operasional.
Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Dishub NTB siap mengajukan surat resmi ke kementerian terkait jika diperlukan, termasuk untuk penguatan regulasi dan sosialisasi kepada para pelaku usaha angkutan ternak.
“Melalui langkah-langkah tersebut, kita optimistis distribusi hewan ternak jelang Iduladha berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti, sehingga kebutuhan masyarakat di berbagai daerah terpenuhi,” pungkasnya.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Hewan Kurban, Tim Kemenko Sidak Kesiapan Terminal Gilimas NTB
Kepala Disnakkeswan NTB Muhammad Riadi menginstruksikan para pelaku usaha, agar segera mengirimkan hewan ternak ke daerah, sesuai izin yang telah diterbitkan. “Saya minta pelaku usaha, bergerak saja,” ujarnya.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran distribusi hewan ternak, serta mencegah kerugian bagi peternak akibat potensi kemacetan logistik.
Editor : Akbar Sirinawa